RADARSEMARANG.ID, DOSEN UIN Salatiga, MS Viktor Purhanudin, resmi meraih gelar doktor dari Program Studi Pendidikan Seni, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES), Kamis (30/10).
Ia mempertahankan disertasi berjudul “Ideologi Pendidikan dalam Struktur dan Praktik Pendidikan Musik Berbasis Kurikulum Cambridge serta Implikasinya terhadap Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini.”
Sidang promosi yang digelar di Ruang Bundar Gedung B0 UNNES itu berlangsung terbatas, sesuai kebijakan kampus bagi mahasiswa yang telah mempublikasikan hasil riset di jurnal internasional bereputasi Q1.
Kebijakan ini memberi kesempatan kepada peneliti berprestasi untuk langsung mengikuti promosi doktor setelah seluruh syarat akademik terpenuhi.
Dalam penelitiannya, Viktor menelisik praktik pembelajaran musik di TK Universal Ananda, lembaga yang mengadopsi Kurikulum Cambridge dengan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Ia menemukan bahwa pendidikan musik menjadi ruang negosiasi antara nilai global dan lokal.
Dari temuan itu, Viktor merumuskan konsep Ideologi Glokalisasi, yakni pertautan rasionalitas modern dan spiritualitas lokal dalam sistem pendidikan.
“Nilai global memberi arah berpikir, nilai lokal menumbuhkan moral,” ujarnya.
Dari hasil penelitiannya, Viktor menyusun model pembelajaran BERMUSIK–MIKIR yang menempatkan pengalaman musikal sebagai sarana pembentukan empati, kesadaran diri, dan sikap reflektif.
Model BERMUSIK memuat prinsip-prinsip seperti berpusat pada anak, responsif terhadap budaya, dan inklusif terhadap keberagaman.
Sementara siklus MIKIR mencakup tahapan mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi. “Dari bunyi tumbuh empati, dari irama lahir kesadaran diri,” tutur Viktor dengan nada teduh.
Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum., dengan Prof. Dr. Agus Cahyono, M.Hum. sebagai promotor. Dewan penguji juga terdiri atas Prof. Dr. Rasimin, M.Pd. (penguji eksternal dari UIN Salatiga), Dr. Syakir, M.Sn., Dr. Suharto, M.Hum., Dr. Syahrul Syah Sinaga, M.Hum., dan Dr. Udi Utomo, M.Si.
Dalam pengantarnya, Prof. Rasimin menilai disertasi Viktor memiliki kedalaman konseptual dan ketajaman refleksi.
Ia memuji riset tersebut karena berhasil mempertautkan filsafat pendidikan, teori ideologi, dan praktik pembelajaran musik anak usia dini dalam satu sistem berpikir yang utuh.
“Penggunaan logika abduksi dan pendekatan postfenomenologis menjadi kekuatan yang memberi kejelasan analisis dan orisinalitas pendekatan,” ujarnya.
Promotor, Prof. Agus Cahyono, menilai karya Viktor menunjukkan kematangan berpikir dan ketekunan ilmiah.
“Karya ini menyuguhkan sintesis antara nalar dan rasa. Konsep Ideologi Glokalisasi relevan bagi pengembangan paradigma pendidikan Islam berkemajuan yang berakar pada nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Pada bagian pemaparan hasil riset, Viktor menegaskan bahwa disertasinya memberi kontribusi penting bagi pengembangan teori, metodologi, dan praktik pendidikan.
Secara teoretis, Ideologi Glokalisasi memperluas critical curriculum theory dan memperkaya dialektika struktur–agensi Giddens.
Dari sisi metodologi, ia mengintegrasikan abduksi dan postfenomenologi ke dalam paradigma abductive reflective cycle. Dalam tataran praktik, model BERMUSIK–MIKIR ditawarkan sebagai pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan humanistik.
Ke depan, Viktor berencana melanjutkan risetnya dengan meneliti penerapan Ideologi Glokalisasi pada kurikulum global lain seperti International Baccalaureate (IB) dan Kurikulum Merdeka di Indonesia.
Usai sesi tanya jawab, dewan penguji menyatakan Viktor lulus dengan hasil sangat memuaskan.
“Pendidikan adalah locus kemanusiaan, tempat ilmu, nilai, dan keindahan tumbuh dalam keseimbangan,” ucap Viktor menutup sidang dengan refleksi yang memikat.(sas)
Editor : Tasropi