Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ribuan Guru Honorer Demo di Monas Tuntut 3 Hal Ini dan Diangkat Jadi ASN

Falakhudin • Kamis, 30 Oktober 2025 | 22:39 WIB
Ribuan Guru Honorer Demo Tuntut Hak Ini dan Diangkat Jadi ASN
Ribuan Guru Honorer Demo Tuntut Hak Ini dan Diangkat Jadi ASN

 

RADARSEMARANG.ID — Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menjadi lautan massa saat ribuan guru honorer dari berbagai sekolah swasta menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Kamis (30/10/2025).

Polisi mengerahkan 1.597 personel untuk mengamankan demo yang digelar oleh sejumlah organisasi guru hari ini.

 

Massa kelompok guru swasta tersebut menggelar demo di sekitar Monas Jakarta Pusat.

Kelompok massa tersebut terdiri atas gabungan organisasi guru, yaitu Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM), Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN), dan Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) serta beberapa elemen massa lainnya.

Mereka menyuarakan aspirasi yang selama ini terpendam terkait status dan kesejahteraan mereka.

Awalnya kelompok massa guru tersebut berkumpul di sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Kemudian, berdasarkan informasi di akun X TMC Polda Metro Jaya, massa kelompok guru itu mulai berjalan dari Masjid Istiqlal ke arah Monas.

 

Massa mulai berjalan dari Masjid Istiqlal ke kawasan Monas pada pukul 07.11 WIB.

Mereka dibantu pengamanan dari petugas kepolisian.

Berdasarkan foto yang diunggah, terlihat massa yang menggunakan ikat kepala itu berjalan kaki ke arah Monas.

Sementara itu, kendaraan lainnya dapat melintas di jalur lain, lalin terpantau padat. 

Aksi ini digelar untuk menuntut pengangkatan guru madrasah swasta menjadi PPPK/ Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau Aparatur Sipil Negara (ASN).

 

Ketua Umum Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI), Heri Purnama, menegaskan bahwa aspirasi mereka sederhana, tetapi penting, yakni menuntut kesetaraan perlakuan antara guru madrasah dan guru di sekolah negeri. 

“Di madrasah ada RA, TK, MI, MTS, dan Aliyah. Dasar hukumnya sama, undang-undang guru dan dosen, tapi perlakuannya berbeda. Tidak ada kuota PPPK atau ASN untuk guru madrasah swasta,” kata Heri di lokasi, Kamis. 

Heri menyebutkan, aksi ini menjadi puncak dari rangkaian pengaduan yang sebelumnya telah mereka sampaikan ke DPR, Kementerian Agama, Kementerian PAN RB, hingga Badan Legislasi. 

“Kalau Presiden Prabowo berkenan, urusan selesai. Tapi kalau tidak, guru madrasah akan terus berjuang, bahkan sampai bermalam di sini,” keluhnya.

 

Selain pengangkatan sebagai ASN atau PPPK, para guru juga menyampaikan beberapa tuntutan Guru Honorer lain, yakni:

- Penerbitan SK PPPK bagi guru bersertifikasi tanpa diskriminasi.

- Pelunasan tunggakan inpassing 2012–2014.

- Stop diskriminasi terhadap guru swasta madrasah. 

Demo Guru Honorer 2025
Demo Guru Honorer 2025

 

 “Kami mendidik anak-anak bangsa, membina akhlak di daerah. Kami ingin diakui dan diberi ruang kesejahteraan setara guru negeri. Sudah puluhan tahun kami menunggu,” tutupnya. (fal) 

Editor : Baskoro Septiadi
#kuota PPPK atau ASN untuk guru madrasah swasta #Guru Swasta #Persatuan Guru Inpassing Nasional #monumen nasional #Demo guru madrasah #persatuan guru seluruh indonesia #Aparatur Sipil Negara (ASN) #Monumen Nasional (Monas) #Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri #Presiden Prabowo #tuntutan Guru Honorer #pengangkatan guru madrasah swasta menjadi PPPK #jadwal pencairan tunjangan profesi guru triwulan 4 #Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja #Pencairan TPG Triwulan 4 #guru swasta madrasah #SK PPPK bagi guru bersertifikasi #demo guru swasta #kementerian pan rb #masjid istiqlal #Pencairan TPG Triwulan 4 November 2025 #Kementerian Agama #guru madrasah #Menkeu Purbaya Kenaikan Gaji ASN #demo guru PAUD #sekolah swasta #Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia #demo guru honorer #Guru Honorer