RADARSEMARANG.ID, Semarang - Di tengah derasnya arus perubahan pendidikan nasional, SDN 02 Sendangmulyo Semarang muncul sebagai salah satu sekolah dasar negeri yang tak berhenti berinovasi. Di bawah kepemimpinan Kepala SDN 02 Sendamulyo Semarang, Darsimah, S.Pd. M.Pd., sekolah ini menjelma menjadi ruang belajar yang hidup, bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru-gurunya.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Darsimah bercerita, sejak menjadi mitra Tanoto Foundation, SDN 02 Sendangmulyo terus menumbuhkan budaya inovasi pembelajaran. Dampaknya pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mudah diterima peserta didik.
"Bermitra dengan Tanoto Foundation memberikan banyak manfaat bagi guru-guru kami. Kami mendapatkan pelatihan, baik tentang pembelajaran aktif maupun penguatan manajemen sekolah,” kata Darsimah.
Bu Dar sapaan akrabnya, mulai memimpin SDN 02 Sendangmulyo pada tahun 2022. Sejak itu, ia melanjutkan sekaligus memperkuat program kemitraan Tanoto Foundation yang telah berjalan di sekolah tersebut. Melalui kemitraan itu, berbagai inovasi lahir dari tangan para guru. Salah satunya adalah "Kopi Malam", singkatan dari Kolaborasi Pendidik Inspiratif untuk Pembelajaran Mendalam. Inovasi terbaru ini berjalan mulai tahun 2025. Program ini merupakan hasil implementasi dari pelatihan deep learning atau pembelajaran mendalam yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen).
Menariknya, kegiatan Kopi Malam ini bukan tentang menyeruput kopi. Melainkan tentang menyeduh ide dan berbagi praktik baik antarguru setelah jam mengajar selesai. Setiap minggu sekali, para guru berkumpul di ruang guru atau kelas yang disulap menjadi ruang kolaborasi. Mereka duduk bersama, berdiskusi santai, dan saling berbagi pengalaman dalam pembelajaran.
"Namanya saja Kopi Malam, karena kami melakukannya selepas mengajar. Guru-guru berkumpul, berdiskusi, dan saling berbagi inovasi pembelajaran yang telah diterapkan di kelas," bebernya.
Darsimah menjelaskan program ini lahir dari semangat untuk mengimbaskan hasil pelatihan pembelajaran mendalam kepada seluruh guru di sekolah. Sebab kata dia, hanya dua guru yang berkesempatan mengikuti diklat resmi dari Kemendikdasmen, namun berkat Kopi Malam, ilmu mereka menjalar ke seluruh rekan sejawat.
Dengan memanfaatkan wadah Komunitas Belajar (Kombel) dan In House Training (IHT), para guru melatih diri untuk merancang pembelajaran yang lebih bermakna. Mereka belajar menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata, melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran, memberi ruang bagi peserta didik untuk berpikir kritis, kolaboratif, dan reflektif, yang menjadi nilai-nilai utama dalam pembelajaran mendalam.
Setiap sesi Kopi Malam tak sekadar diskusi. Ada simulasi mikro-teaching, praktik langsung, dan sesi refleksi bersama. Awalnya, guru yang mengikuti pelatihan menjadi narasumber bagi rekan-rekan lainnya. Mereka membawakan contoh praktik mengajar yang mengundang siswa aktif berpikir. Selanjutnya, para guru juga bergantian menularkan inovasi pembelajarannya. Mereka pun saling berdiskusi dan memberikan satu sama lain.
"Dari masukan-masukan itu akhirnya kami mendapatkan yang namanya refleksi ataupun hal apa yang perlu kami tingkatkan. Dari refleksi itu kami tampung dari bapak/ibu guru dengan instrumen yang sudah kami bagikan. Kemudian kami bersama-sama yuk ke depannya mau bagaimana (peningkatan pembelajarannya)," kata Darsimah.
Sebelum Kopi Malam, SDN 02 Sendangmulyo telah lebih dulu dikenal dengan sejumlah terobosan. Di tahun 2022, muncul program GP (Galon Perundungan) dan Aku Peka (Peduli, Empati, Kolaborasi, dan Adaptif) sebagai respons terhadap isu perundungan di sekolah. Melalui GP, siswa menuliskan pengalaman dan harapan mereka terkait perundungan ke dalam kertas yang dimasukkan ke dalam dua galon berbeda. Program ini didukung oleh duta siswa Aku Peka yang bertugas mencatat laporan teman-temannya. Hasilnya kasus perundungan di sekolahnya menurun drastis.
"Jadi tugas mereka (duta Aku Peka) ketika istirahat mereka semacam menerima aduan dari teman-teman yang mengalami perundungan, atau ada siswa yang jahil, yang membuat siswa tidak nyaman. Setelah itu kami melakukan berbagai upaya yang akhirnya masalah perundungan itu menurun," tegasnya.
Kemudian, menyambut masukan orang tua yang kesulitan mengajari siswa di rumah. Pada tahun 2024, lahir program APEL (Acuan Pembelajaran). APEL memudahkan orang tua mengakses materi, tugas, dan acuan pembelajaran anaknya secara online, sehingga pendampingan belajar di rumah menjadi lebih terarah.
"Setiap inovasi yang kami buat selalu berangkat dari kebutuhan nyata. Ketika guru butuh wadah kolaborasi, muncullah Kopi Malam. Ketika orang tua butuh informasi belajar anak, lahirlah APEL,” jelas Darsimah.
Berkat berbagai inovasi tersebut, SDN 02 Sendangmulyo kini mencatat peningkatan hasil belajar yang signifikan. Dalam rapor pendidikan, seluruh indikator utama, seperti literasi dan numerasi, terus menunjukkan peningkatan.
Sebagai pemimpin pembelajaran, Darsimah percaya, tugas seorang kepala sekolah bukan hanya mengelola administrasi, melainkan menghidupkan semangat belajar di lingkungan sekolah.
“Guru itu pemimpin pembelajaran, bukan hanya di kelas, tapi juga di masyarakat. Kalau gurunya belajar, maka siswanya akan tumbuh,” ucapnya menutup perbincangan. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi