Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Prof Agus Cahyono Ajak Mahasiswa Seni Menguatkan Tradisi Riset

Dhinar Sasongko • Kamis, 23 Oktober 2025 | 00:32 WIB

Prof Agus Cahyono Ajak Mahasiswa Seni Menguatkan Tradisi Riset
Prof Agus Cahyono Ajak Mahasiswa Seni Menguatkan Tradisi Riset
RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-“Riset adalah nafas kehidupan ilmu seni. Tanpa riset, seni akan berhenti pada ekspresi, bukan pengetahuan,” ujar Prof. Dr. Agus Cahyono, M.Hum., dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) sekaligus Ketua Asosiasi Pendidik Seni Indonesia (APSI) dalam kuliah tamu bertajuk “Mengembangkan Body of Knowledge melalui Riset dan Tanggung Jawab Mahasiswa Pendidikan Seni” di Auditorium Gedung FPSD Lantai 7 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Rabu (22/10).

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa, dosen, dan pegiat seni dari berbagai kampus.

Acara tersebut terselenggara berkat kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI, dengan dukungan dari UNNES serta Asosiasi Pendidik Seni Indonesia (APSI).

Sinergi ini menjadi upaya konkret dalam memperkuat budaya riset seni di lingkungan akademik.

Prof. Agus menyampaikan bahwa seni tumbuh dari pengamatan dan pemikiran yang terus dikembangkan.

“Karya seni adalah hasil pencarian makna melalui pengalaman dan refleksi. Di dalamnya tersimpan cara manusia membaca kehidupan,” ucapnya.

Ia menilai bahwa penelitian membantu mahasiswa menemukan dasar konseptual dari karya yang mereka ciptakan.

“Setiap eksperimen membawa peluang untuk memahami seni dari sisi ilmiah dan kreatif sekaligus,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Agus menelusuri sejarah ilmu seni dari masa klasik hingga era digital. Ia mencontohkan Leonardo da Vinci dan Wassily Kandinsky sebagai figur yang memadukan kreativitas dan penelitian.

“Da Vinci meneliti anatomi manusia untuk memahami harmoni bentuk. Kandinsky menulis teori warna untuk menjelaskan emosi dan struktur visual. Keduanya menunjukkan bahwa seni memiliki dasar keilmuan yang kuat,” ujarnya.

Ia juga menggambarkan hubungan erat antara seni dan berbagai disiplin ilmu.

“Psikologi memberi pemahaman tentang persepsi, sosiologi membuka wawasan sosial, dan teknologi menghadirkan ruang baru untuk mencipta. Semua bidang itu memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan seni,” ungkapnya.

Menurutnya, perkembangan seni digital dan desain interaktif memberi ruang riset baru yang menantang mahasiswa agar lebih berani bereksperimen.

Sebagai Ketua APSI, Prof. Agus menjelaskan bahwa asosiasi pendidik seni berperan dalam memperkuat jejaring penelitian.

“Kami terus mendorong pertukaran gagasan antarperguruan tinggi. Setiap kampus perlu memiliki ruang diskusi, publikasi, dan penelitian agar ilmu seni berkembang lebih dinamis,” tuturnya.

Ia menilai kegiatan seperti kuliah tamu menjadi titik pertemuan penting antara pengalaman artistik dan refleksi akademik.

Dalam bagian lain, Prof. Agus berbicara tentang tanggung jawab mahasiswa seni dalam pengembangan ilmu.

Ia menyampaikan, “Mahasiswa harus berani meneliti dan menulis agar seni tidak berhenti pada karya visual semata. Mereka perlu menyadari bahwa riset adalah bentuk pengabdian terhadap ilmu. Dari sanalah lahir pemikiran baru yang memperkaya dunia seni.”

Ia menambahkan bahwa kepekaan sosial menjadi dasar penting bagi setiap karya. “Seni yang lahir dari kehidupan manusia akan memberi nilai yang mendalam. Dari situ muncul kesadaran bahwa seni dan pendidikan berjalan seiring,” ujarnya.

Suasana kegiatan berlangsung aktif. Mahasiswa berdiskusi tentang metodologi riset, pendekatan artistik, dan peluang kolaborasi lintas disiplin.

Banyak peserta menganggap pandangan Prof. Agus sebagai inspirasi untuk memperluas riset di bidang seni rupa, musik, dan desain.

Pada penutupan acara, Prof. Agus menyampaikan pesan yang menegaskan pentingnya keingintahuan.

“Ilmu seni terus hidup selama ada orang yang mau mencari. Riset memberi arah, memperdalam makna, dan menjaga agar karya selalu relevan dengan zamannya,” katanya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan riset di FPSD UPI. Penyelenggara menyampaikan bahwa kerja sama antara UPI, UNNES, dan APSI akan dilanjutkan melalui riset bersama, forum akademik, serta penerbitan karya ilmiah di bidang pendidikan seni.(sas)

Editor : Tasropi
#UNNES #Seni Rupa #agus cahyono