RADARSEMARANG.ID, Kendal - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPKO) Himatepa bekerja sama dengan Tim Sanggar Tani Muda Akashatani melaksanakan sosialisasi Budidaya Ramah Lingkungan (Bidarum) di Desa Ringinarum, Kendal.
Kegiatan ini berfokus pada pembuatan pestisida Trichoderma berbahan dasar jagung sebagai alternatif ramah lingkungan bagi petani.
Meski bertepatan dengan musim panen tembakau, sosialisasi diikuti oleh 18 peserta dan dihadiri perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Kendal.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab, serta dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan pestisida.
“Trichoderma ini bukan hanya murah dan mudah dibuat, tetapi juga mampu menekan serangan penyakit tanaman sekaligus menjaga kesuburan tanah,” ujar Tugiyo selaku perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Kendal.
Antusiasme yang tinggi dari warga desa yang hadir dan anggota Akashatani menjadi pendorong utama keberhasilan kegiatan ini.
Mereka berkomitmen untuk mengembangkan penggunaan pestisida hayati secara berkelanjutan, demi mendukung kemandirian petani sekaligus keberlanjutan pertanian ramah lingkungan di Desa Ringinarum.
Selain memperkenalkan teknologi pengendalian hama ramah lingkungan, tim PPKO Himatepa juga berkoordinasi dengan perangkat desa dan Ketua PKK untuk memperkuat peran kelompok tani Akashatani, termasuk mendorong partisipasi ibu-ibu muda usia 19–39 tahun dalam kegiatan pertanian.
Program Bidarum diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Ringinarum dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. (*)
Editor : Baskoro Septiadi