RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Universitas Negeri Semarang (UNNES) menambah jajaran profesor baru.
Dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung Kamis (2/10) di Auditorium UNNES, tujuh akademisi resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar.
Salah satunya adalah Prof. Dr. Agus Cahyono, M.Hum. dari Fakultas Bahasa dan Seni.
Ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Dimensi Baru Seni Pertunjukan Pesisiran: Arkeologi, Genealogi, dan Performance Studies dalam Perspektif Kuantum.”
Agus menekankan bahwa tubuh penari berfungsi sebagai arsip hidup yang merekam sejarah, spiritualitas, hingga kesadaran ekologis masyarakat pesisir. Ia memberi contoh Tari Gandrung Banyuwangi.
“Generasi tua memaknainya sebagai rasa syukur, sementara generasi muda melihatnya sebagai kritik ekologis,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bagaimana seni pertunjukan pesisir tumbuh melalui pertemuan budaya. Hindu-Buddha, Islam, Melayu, Eropa, dan tradisi lokal berpadu di kawasan pelabuhan.
“Seni pesisir adalah arena kreatif yang terus beradaptasi,” tegasnya.
Dalam orasi itu Agus memperkenalkan perspektif kuantum untuk memahami seni.
Konsep superposisi ia gambarkan lewat Wayang Pesisiran yang mampu menampilkan dua alur cerita berbeda secara bersamaan.
Prinsip ketidakpastian tampak dalam improvisasi pemain, sementara entanglement menunjukkan keterhubungan antara isu lokal dan global.
“Pertunjukan pesisir adalah sistem terbuka. Cair, reflektif, dan penuh kemungkinan,” kata Agus.
Setelah sesi orasi, Agus menampilkan karyanya sendiri, Tari Manggar Mayang. Tarian dengan nuansa tradisi pesisir yang dikembangkan dalam koreografi kontemporer itu mendapat sambutan meriah.
Penonton menilai karya tersebut sebagai jembatan antara akar budaya dan inovasi seni modern.
Dalam acara yang sama, enam profesor lain juga dikukuhkan, yakni Prof. Dr. Drs. Asrori, M.S. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Prof. Dr. Ir. Rahmat Doni Widodo, S.T., M.T. (Fakultas Teknik), Prof. Dr. Mugiyo Hartono, M.Pd. (Fakultas Ilmu Keolahragaan), Prof. Dr. Rumini, M.Pd. (Fakultas Ilmu Keolahragaan), Prof. Dr. F. Widhi Mahatmanti, M.Si. (FMIPA), dan Prof. Dr. Aditya Marianti, M.Si. (FMIPA).
Agus menyampaikan terima kasih kepada keluarga, sahabat, dan civitas akademika yang mendukung perjalanan akademiknya.
“Gelar profesor ini saya dedikasikan untuk semua yang peduli pada seni dan kebudayaan bangsa,” ungkapnya.
Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., menegaskan bahwa kehadiran tujuh profesor baru memperkuat kontribusi UNNES.
“Kami berkomitmen terus mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menjaga kebudayaan bangsa,” ujarnya.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh rasa syukur. Momentum ini menandai babak baru perjalanan akademik Prof. Agus dan keenam koleganya, sekaligus memperkuat posisi UNNES sebagai kampus konservasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.(sas)
Editor : Tasropi