RADARSEMARANG.ID, Semarang - Direktur Politeknik Bumi Akpelni Semarang, Capt. Fajar Budi Hartanto, resmi meraih gelar doktor Manajemen Kependidikan dengan IPK sempurna 4,0.
Perjalanan meraih gelar ini bukan tanpa tantangan, mengingat ia harus membagi waktu antara memimpin kampus dan menjalani studi, terlebih di tengah pandemi Covid-19.
Dalam disertasinya, Fajar menyoroti masih lemahnya pendidikan tinggi vokasi kemaritiman di Indonesia. Alasannya karena keterbatasan jumlah dosen bergelar doktor.
Keterbatasan dosen ini berimbas pada minimnya program studi S2 dan S3 yang linier dengan ilmu kemaritiman di Indonesia.
“Harusnya dengan usia sudah 100 tahun, pendidikan tinggi vokasi kemaritiman sudah maju. Tetapi realitanya jurusan S2 atau S3 yang memang linier dengan ilmu kemaritiman itu masih hanya beberapa kampus yang sudah bisa menyelenggarakan sehingga butuh SDM (sumber daya manusia), butuh kesiapan yang luar biasa,” jelas Capt. Fajar usai menjalani ujian disertasi di Pasca Sarjana Unnes.
Penelitiannya fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi kinerja kepemimpinan pendidikan tinggi vokasi maritim, salah satunya adaptabilitas.
Menurutnya seorang pemimpin harus mampu menyesuaikan diri dan mampu menjadi nahkoda terhadap adanya perubahan. Baik itu dari sisi regulasi dan perubahan teknologi.
“Kemampuan pemimpin untuk beradaptasi menyesuaikan diri baik itu perkembangan teknologi, baik itu perubahan regulasi dan seterusnya. Sehingga kemudian perguruan tinggi bisa survive dalam pergolakan atau perubahan yang terus-menerus terjadi seperti yang saya contohkan tadi Covid misalnya, kalau pimpinannya tidak mampu beradaptasi kan menjadi satu masalah,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan berbekal keilmuan yang dimiliki. Ia memiliki tanggung jawab untuk memajukan Pendidikan. Khususnya pendidikan tinggi vokasi kemaritiman. Pihaknya juga menekankan peran doktor tidak hanya soal keilmuan, tetapi juga keteladanan.
Sementara Ketua II Yayasan Wiyata Sudirman berharap dengan gelar doktor yang diraih Capt. Fajar bisa menghasilkan terobosan-terobosan bagi lembaga.
“Kami menanti bukti nyata dari Disertasi Saudara yang berjudul Determinan Kinerja Kepemimpinan Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Kemaritiman di Indonesia. Sebagai pemimpin lembaga, tunjukkan kinerja Saudara sehingga bisa disebut sebagai seorang pemimpin yang kapabel, komunikatif, adaptif, dan unggul yang pada akhirnya konsep Sustainable Maritime Education Leadership (SMILE) yang Saudara usung benar-benar dapat diwujudkan,” ungkapnya. (kap/web)
Editor : Baskoro Septiadi