Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

KKN-T 137 UNDIP Ajak Warga Panggung Lor Sulap Minyak Jelantah Jadi Sabun Bernilai Jual

Maria Novena Sinduwara • Jumat, 18 Juli 2025 | 22:11 WIB

 

Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 137 saat melakukan sosialisasi di Balai RW 3 Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara.
Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 137 saat melakukan sosialisasi di Balai RW 3 Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Minyak jelantah kerap dianggap limbah tak berguna. Namun bagi mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim 137, limbah rumah tangga ini justru menyimpan potensi besar.

Melalui sosialisasi di Balai RW 3 Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara, Jumat (11/7/2025), mereka mengajak warga melihat peluang baru mengolah minyak bekas menjadi sabun cuci tangan yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 40 peserta, mulai dari perangkat kelurahan hingga perwakilan setiap RW. Antusiasme tampak sejak awal. Lurah Panggung Lor, Michael Diana, S.E., tak ragu memberikan apresiasi atas inovasi mahasiswa UNDIP.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Bukan hanya soal lingkungan, tapi juga memberi peluang ekonomi bagi warga,” kata Michael Diana.

Senada dengan itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Hega Bintang Pamungkas, S.Si., M.Si., menilai pengolahan minyak jelantah menjadi sabun merupakan wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Tim KKN-T 137 UNDIP memaparkan bahaya membuang minyak jelantah sembarangan. Selain mencemari air dan tanah, minyak bekas ini kerap disalahgunakan untuk keperluan memasak ulang, yang tentu sangat berbahaya bagi kesehatan. Setelah pemaparan materi, mahasiswa langsung menggelar demonstrasi pembuatan sabun.

Warga pun dibuat terkesima melihat proses sederhana, mulai dari penyaringan minyak, pencampuran soda api, hingga mencetak sabun ke dalam cetakan silikon. Tak hanya menonton, beberapa warga ikut mencoba membuat sabun dengan tangan mereka sendiri, menciptakan suasana interaktif sekaligus meriah.

Suasana makin semarak saat panitia menggelar sesi games interaktif. Pertanyaan-pertanyaan ringan seputar materi sosialisasi dilontarkan. Siapa yang berhasil menjawab dengan tepat, langsung mendapat goodie bag berisi sembako.

Salah seorang warga, Ibu Juwita, mengaku terinspirasi usai mengikuti kegiatan ini. Ia kini melihat limbah rumah tangga dari sudut pandang yang berbeda.

“Ternyata membuat sabun dari minyak jelantah cukup mudah. Selain bisa mengurangi limbah, hasilnya juga bermanfaat dan bisa dijual. Saya ingin coba buat di rumah,” tutur Juwita penuh semangat.

Selain berdampak positif bagi lingkungan, sabun hasil olahan minyak jelantah dinilai memiliki potensi nilai ekonomis yang dapat membantu menambah penghasilan warga.

Acara ditutup dengan foto bersama mahasiswa KKN-T UNDIP dan warga, sambil memamerkan sabun yang berhasil dibuat.

Kegiatan mahasiswa KKN-T 137 UNDIP ini menjadi salah satu langkah nyata mendorong masyarakat agar lebih peduli lingkungan sekaligus kreatif memanfaatkan limbah menjadi produk bermanfaat. (ria)

Editor : Baskoro Septiadi
#KKN Undip