RADARSEMARANG.ID — Pendaftaran Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun 2025 membuka kesempatan bagi lulusan SMA/SMK/MA untuk menjadi taruna-taruni di berbagai lembaga pendidikan transportasi di bawah naungan Kemenhub.
Seluruh peserta yang mendaftar Sekolah Kedinasan Kemenhub, wajib memenuhi persyaratan umum dan juga syarat khusus, sesuai dengan program studi atau jurusan yang dipilih.
Pendaftaran seleksi sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui jalur SIPENCATAR 2025 resmi dibuka mulai tanggal 29 Juni hingga 18 Juli 2025.
Pembukaan seleksi sekolah kedinasan Kemenhub, bakal dilakukan beberapa tahap, sesuai dengan jurusan dan program studi yang dipilih.
Secara umum, peserta Sekolah Kedinasan Kemenhub harus berstatus Warga Negara Indonesia, berusia minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun pada 1 September 2025, serta belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.
Pendaftaran dilakukan melalui jalur Seleksi Penerimaan Calon Taruna (Sipencatar) Pola Pembibitan (Polbit).
Kabar ini diumumkan melalui akun Instagram resmi milik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP).
Dalam unggahannya, Kemenhub mengajak generasi muda Indonesia bergabung menjadi taruna dan taruni di institusi pendidikan transportasi yang berkualitas, disiplin, serta siap terjun ke dunia kerja.
Program Sipencatar Polbit memberikan kesempatan bagi peserta untuk menempuh pendidikan dalam program studi yang relevan dengan sektor transportasi nasional.
Tak hanya mendapatkan pendidikan berkualitas, peserta juga dibina untuk memiliki karakter kuat, integritas tinggi, dan jiwa kepemimpinan.
Salah satu keunggulan utama dari program ini adalah jaminan penempatan kerja setelah lulus.
Para taruna dan taruni akan langsung diangkat sebagai CPNS di instansi Kemenhub atau di pemerintah daerah sesuai dengan formasi yang dilamar.
Karena itu, program ini menjadi salah satu pilihan populer bagi calon mahasiswa yang ingin meraih pendidikan sekaligus masa depan yang terjamin.
Untuk tahun 2025, Kemenhub membuka 791 formasi yang dibagi menjadi dua kategori utama:
- Formasi Kementerian Perhubungan:
281 formasi (dapat dipilih oleh peserta dari seluruh Indonesia tanpa syarat domisili)
- Formasi Pemerintah Daerah:
510 formasi (hanya dapat dipilih oleh peserta yang berdomisili di daerah terkait, dengan bukti e-KTP atau Kartu Keluarga)
Jadwal pendaftaran seleksi penerimaan calon mahasiswa atau taruna sekolah kedinasan 2025 dibuka serentak mulai hari ini, Minggu, 29 Juni 2025.
Bagi lulusan SMA/SMK yang tertarik melanjutkan pendidikan sambil mempersiapkan karier sebagai aparatur sipil negara (ASN), sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) adalah salah satu opsi menarik.
Melansir laman resmi, peserta yang lolos masuk sekolah ini akan mendapatkan biaya pendidikan gratis, dan berkesempatan diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) selepas menyelesaikan studi.
Tahun ini, pemerintah membuka 749 formasi yang tersebar di berbagai sekolah kedinasan Kementerian Perhubungan di Indonesia.
Daftar Sekolah Kedinasan Kemenhub 2025
Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD (PTDI – STTD) Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan /PKTJ Tegal
Politeknik Perkeretaapian Indonesia /PPI Madiun
Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan /Poltektrans SDP Palembang
Politeknik Transportasi Darat /Poltrada Bali
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta /STIP Jakarta
Politeknik Ilmu Pelayaran /PIP Semarang
Politeknik Pelayaran /Poltekpel Surabaya
Politeknik Pelayaran /Poltekpel Malahayati Aceh
Politeknik Pelayaran /Poltekpel Sulawesi Utara
Politeknik Pelayaran /Poltekpel Sumatera Barat
Politeknik Penerbangan Indonesia /PPI Curug
Baca Juga: Mendikdasmen Ubah Aturan 24 Jam Kerja Guru hanya Wajib Mengajar 16 Jam, Sisanya Buat Apa?
Politeknik Penerbangan /Poltekbang Surabaya
Politeknik Penerbangan /Poltekbang Makassar
Politeknik Penerbangan /Poltekbang Medan
Politeknik Pelayaran /Poltekpel Barombong
Politeknik Pelayaran /Poltekpel Banten
Politeknik Pelayaran /Poltekpel Sorong
Baca Juga: Deretan Peristiwa Penting di Bulan Muharam Suro 2025 yang Jarang Orang Tahu
Politeknik Penerbangan /Poltekbang Palembang
Politeknik Penerbangan /Poltekbang Jayapura
Akademi Penerbang Indonesia /API Banyuwangi
Jadwal seleksi sekolah kedinasan 2025
Berikut jadwal pendaftaran seleksi sekolah kedinasan 2025:
Baca Juga: Menikah di Bulan Muharam Suro 2025 Dilarang? Ini Sebabnya
Pengumuman Seleksi: 28 Juni-12 Juli 2025
Pendaftaran Seleksi: 29 Juni-18 Juli 2025
Seleksi Administrasi: 29 Juni-21 Juli 2025
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 22-24 Juli 2025
Pemrosesan dan Penyampaian Kode Billing PNBP melalui akun SSCASN: 25-27 Juli 2025
Pembayaran Kode Billing PNBP: 28 Juli-1 Agustus 2025
Validasi Data Peserta yang Membayar PNBP: 2-3 Agustus 2025
Baca Juga: Mengapa Bulan Suro Muharram Dilarang Keluar Rumah? Ini Sebabnya
Penyusunan Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD): 4-6 Agustus 2025
Pengumuman Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar (Lokasi, Waktu dan Sesi Ujian Peserta): 5-10 Agustus 2025 Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD): 11- 26 Agustus 2025
Pengolahan Nilai SKD: 23 - 29 Agustus 2025
Pengumuman Hasil SKD: 27 - 31 Agustus 2025
Pemrosesan dan Penyampaian Kode Penagihan PNBP melalui akun SSCASN apabila Seleksi Lanjutan dengan CAT BKN: 1 - 2 September 2025
Baca Juga: Sosok Juliana Marins Pendaki Brasil yang Terjatuh di Jurang Gunung Rinjani
Pembayaran PNBP Seleksi Lanjutan dengan CAT BKN: 3 - 7 September 2025
Validasi Data Peserta yang Membayar PNBP Seleksian Lanjutan dengan CAT BKN: 8 - 9 September 2025
Penjadwalan Seleksi Lanjutan dengan CAT BKN: 10 - 11 September 2025
Pengumuman Jadwal Seleksi Lanjutan dengan CAT BKN (Lokasi, Waktu dan Sesi Ujian Peserta): 12 - 14 September 2025
Pelaksanaan Seleksi Lanjutan dengan CAT BKN15 - 16 September 2025
Pelaksanaan Seleksi Lanjutan Non CAT BKN: 28 Agustus - 16 September 2025
Baca Juga: 11 Tradisi Malam Satu Suro 2025/1 Muharram 1447 H di Jawa Tengah dan Yogyakarta
Pengumuman Kelulusan Akhir oleh Kementerian/Lembaga: 7 - 18 September 2025
Penyampaian Laporan Hasil Pelaksanaan Seleksi Sekolah Kedinasan ke BKN melalui SSCASN: 7 September - 6 Oktober 2025.
Langkah-Langkah Pendaftaran Sekolah Kedinasan Kemenhub 2025
Berikut panduan cara mendaftar sekolah kedinasan Kemenhub berdasarkan situs resmi Sipencatar:
1. Kunjungi laman pendaftaran di https://dikdin.bkn.go.id.
2. Pembuatan Akun SSCASN
3. Daftarkan diri menggunakan NIK yang telah diverifikasi Dukcapil, kemudian cetak kartu informasi akun
4. Masuk ke akun SSCASN menggunakan NIK dan kata sandi yang telah dibuat
5. Pilih Instansi Tujuan
6. Unggah swafoto dan pilih sekolah kedinasan Kemenhub yang diminati
7. Setelah lolos verifikasi awal, peserta akan mendapatkan kode pembayaran. Lakukan pembayaran sesuai instruksi dan simpan bukti transaksi.
8. Unggah dokumen: Isi data nilai, unggah berkas persyaratan, serta bukti pembayaran formulir pendaftaran.
9. Verifikasi berkas, verifikator dari instansi terkait akan memeriksa kelengkapan data dan dokumen.
10. Pantau status kelulusan administrasi melalui portal SSCASN
11. Ikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan masing-masing sekolah kedinasan.
12. Ujian seleksi dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan panitia.
13. Informasi kelulusan akan diumumkan melalui portal resmi SSCASN.
Syarat Umum dan Khusus Pendaftaran Sekolah Kedinasan Kemenhub
Agar bisa mengikuti seleksi, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain:
Kriteria Nilai
•Nilai minimal rata-rata untuk lulusan tahun 2025 dan sebelumnya: memiliki nilai rata-rata ujian yang tertulis pada ijazah minimal 7,0 (skala penilaian 1-10) atau 70,00 (skala penilaian 10-100) atau 2,8 (skala penilaian 1-4)
•Untuk lulusan tahun 2025 (yang belum memiliki ijazah): memiliki nilai rata-rata rapor pada 2 semester (semester genap kelas XI dan semester gasal kelas XII) 70,00 (skala penilaian 10-100)
•Untuk lulusan tahun 2025 dan sebelumnya, jika nilai rata-rata ijazah menggunakan skala penilaian 1-10 atau skala penilaian 1-4 diwajibkan untuk merubah (konversi) nilai tersebut menjadi skala penilaian 10-100 dengan melampirkan surat keterangan dari sekolah asal yang ditandatangani Kepala Sekolah
•Bagi peserta formasi Pola Pembibitan khusus Orang Asli Papua (OAP) nilai rata-rata ujian yang tertulis pada ijazah minimal 6,5 (skala penilaian 1-10)/65,00 (skala penilaian 10-100)/2,6 (skala penilaian 1-4)
•Untuk lulusan luar negeri atau memiliki ijazah berbahasa asing wajib melampirkan surat penyetaraan/persamaan/konversi ijazah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Syarat dan Ketentuan Umum
•Warga Negara Indonesia
•Usia minimal 16 dan maksimal 23 tahun per 1 September 2025
•Tinggi badan minimal pria 160 cm dan wanita 155 cm.
•Khusus untuk Program Studi D-III PKP/PPKP/OBU/MBU/MTU/OPU, tinggi badan minimal pria 165 cm dan wanita minimal 160 cm
•Calon Taruna formasi Orang Asli Papua (OAP) merupakan orang atau suku bangsa yang berasal dari rumpun ras Melanesia yang terdiri atas suku asli di Papua;
•Calon Taruna yang memiliki Prestasi di Bidang Riset dan Inovasi, Olahraga dan Seni, serta Organisasi dapat melampirkan bukti penghargaan berupa Piagam/Sertifikat/SK
•Sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba dan HIV/AIDS
•Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan
•Tidak memiliki tato atau tindik yang tidak sesuai dengan ketentuan agama/adat
•Tidak buta warna dan memiliki penglihatan normal
•Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia setelah lulus
•Tidak sedang dalam proses hukum atau pernah diberhentikan tidak hormat dari institusi kedinasan sebelumnya
•Bersedia menaati segala peraturan dan ketentuan yang berlaku pada pelaksanaan SIPENCATAR Pola Pembibitan Perguruan Tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan
•Khusus formasi Pola Pembibitan Kementerian Perhubungan, bersedia ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan di seluruh wilayah Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan
•Melakukan pembayaran biaya pendaftaran sesuai perguruan tinggi yang dituju (besaran biaya Rp 300.000.
•Bersedia menandatangani Pakta Integritas Calon Taruna SIPENCATAR Kementerian Perhubungan Tahun 2025 (bermaterai Rp 10.000,00) yang ditandatangi oleh calon Taruna dan Orang Tua/Wali. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi