RADARSEMARANG.ID — Kesenian adalah salah satu yang nggak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Terlebih, manusia itu adalah makhluk yang suka keindahan.
Coba deh kamu bayangin kalau di dunia ini nggak ada seni.
Feeds Instagram kamu pasti rasanya sepi banget, konten-konten YouTube yang biasa kamu tonton juga terasa membosankan.
Dunia jadi cuma ada hitam dan putih.
Sama seperti ilmu lainnya, seni pun dapat dipelajari.
Banyak sekolah-sekolah atau kursus kesenian yang bisa mengembangkan bakat dan minat kamu.
Di Indonesia sendiri, institut seni tersebar di berbagai provinsi, salah satunya adalah Institut Seni Indonesia Yogyakarta, atau sering disingkat dengan ISI Jogja.
ISI Jogja ini berdiri atas fusi (penggabungan) tiga pendidikan seni di Indonesia, yaitu Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI), Akademi Musik Indonesia (AMI), dan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI).
Institut ini sudah melahirkan banyak sekali seniman terkenal, loh, seperti artis dan sinden Soimah, sutradara Ifa Isfansyah, dan penari Didik Nini Thowok.
Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun ini kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru.
Selain menggunakan mekanisme SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) dan SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), kampus seni tertua di Indonesia ini juga membuka pendaftaran lewat jalur Mandiri.
Rektor ISI Yogyakarta Dr Irwandi M Sn saat jumpa pers, di Ruang Rapat Rektorat ISI Yogyakarta menyatakan, tahun akademik 2025 jumlah kuota jalur mandiri sebesar 30 persen atau 551 mahasiswa.
Sedangkan dari kuota SNBP sejumlah 1.885 yang teregistrasi 548 mahasiswa, sementara kuota SNBT sebanyak 756 mahasiswa.
“ISI Yogyakarta terus menjamin proses penerimaan mahasiswa baru secara akuntabel dan penilaian sesuai dengan kriteria,” ungkapnya menyampaikan informasi seputar penerimaan mahasiswa baru serta agenda Dies Natalis ke-41 ISI Yogyakarta.
Penyampaian agenda Dies Natalis ke-41 ISI Yogyakarta.
Rektor Irwandi menyatakan pendaftaran melalui SNBP dan SNBT sudah selesai. “SNBT diumumkan Rabu 28 Mei 2025 hari ini pukul 15:00,” ujarnya.
Disebutkan, ISI Yogyakarta memiliki tiga fakultas dengan 24 program studi (prodi), yaitu Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Rupa serta Fakultas Seni Media Rekam.
Menariknya, melalui jalur mandiri kali ini terbuka pilihan ganda bagi calon mahasiswa dengan cara memilih dua program studi berupa pilihan utama dan pilihan kedua.
Ini dimaksudkan untuk memudahkan peserta terutama dari luar Jawa saat melaksanakan tes secara online maupun offline.
Sekaligus hal ini selaras dengan program pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa dari kalangan disabilitas maupun daerah terluar di Indonesia.
“Kita membuka akses yang luas bagi disabilitas,” ujar Irwandi.
Turut mendampingi saat jumpa pers siang itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan Dr Dewanto Sukristono M Sn, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama dan Alumni Dr Muh Kholid Arif Rozaq S Sn MT.
Hadir pula, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Muhammad Sholahuddin S Sn MT, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan Dr I Nyoman Cau Arsana S Sn M Hum, Ketua Umum Dies Natalis ke-41 Dr Arif Suharson M Sn serta koordinator dies natalis maupun kepala biro.
Dalam kesempatan itu disampaikan sejumlah agenda dalam rangka Dies Natalis ke-41 ISI Yogyakarta yang bertema Art Connectivity: Memperkuat Jejaring Seni untuk Mewujudkan ISI Yogyakarta sebagai World Class University.
Selama ini ISI Yogyakarta sudah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dari luar negeri. Ke depan, kerja sama tersebut lebih ditingkatkan lagi.
Adapun rangkaian kegiatan Dies Natalis di antaranya pameran, konser, pentas seni, kuliah umum maupun seminar nasional dimulai sejak Mei hingga puncaknya 9 Agustus 2025, ditandai pergelaran seni dan pesta rakyat di kampus ISI Yogyakarta Jalan Parangtritis Sewon Bantul. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi