RADARSEMARANG.ID, Semarang — Di beberapa negara di dunia, guru-guru disana akan mendapatkan sejumlah tunjangan serta gaji pokok yang cukup tinggi.
Bahkan profesi guru sendiri di beberapa negara masuk dalam peringkat pekerjaan dengan gaji yang cukup tinggi.
Di Indonesia sendiri, gaji terutama untuk guru honorer di beberapa wilayah masih jauh berada dibawah UMR.
Berdasarkan data yang bersumber dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2024, rata-rata gaji guru ASN yang masuk dalam golongan III berkisar antara RP 4-7 juta perbulan.
Melihat hal tersebut, Komisi X DPR RI, Juliyatmono, mengatakan bahwa standart gaji guru di Indonesia seharusnya naik hingga RP 25 juta perbulannya.
Hal tersebut disampaikannya melalui kunjungan kerja Komisi X ke Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi, pada Jumat (9/5) lalu.
Tidak mencukupinya gaji yang diterima oleh para guru di Indonesia membuat tidak sedikit dari mereka memilih untuk melakukan pekerjaan sampingan demi menambah pemasukan setiap harinya.
Juliyatmono mengatakan, jika upah yang diterima oleh para guru sudah dapat mencukupi kebutuhan mereka, maka para guru tidak perlu memecah fokus untuk mencari pemasukan lain.
Jika kebutuhan dari guru sudah tercukupi dari upah yang didapatkan setiap bulannya, maka para akan bisa lebih berkosentrasi untuk mendidik para siswa.
Ia juga mengatakan, anggaran untuk pendidikan dari APBN 2025 sudah mencapai 20 persen namun belum dialokasikan secara efektif, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan para guru di Indonesia.
Meningkatkan kesejahteraan guru akan berdampak pada meningktanya kualitias pendidikan di Indonesia.
Semakin meningkatkan kualitas pendidikan maka jumlah angka kemiskinan di Indonesia akan semakin menurun.
Saat ini, kata Julyatmono, revisi Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) tengah dibahas oleh DPR RI.
Guru adalah profesi yang paling memberikan dampak paling besar terhadap pendidikan suatu negara.
Terciptanya generasi bangsa yang hebat tidak lepas dari peran seorang guru.
Ia juga mengatakan, anggaran untuk pendidikan dari APBN 2025 sudah mencapai 20 persen namun belum dialokasikan secara efektif, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan para guru di Indonesia.
Ia mendorong agar kebijakan pendidikan nasional benar-benar memprioritaskan kesejahteraan guru demi pembangunan sumber daya masyarakat Indonesia semakin lebih baik kedepannya. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi