RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 601 mahasiswa Universitas PGRI Semarang (Upgris), Kamis 22 Mei 2025 tersenyum bahagia. Mereka mengikuti prosesi Wisuda ke-80 di Balairung Upgris.
Momen ini menjadi penanda penting tidak hanya bagi para lulusan. Tetapi juga bagi kampus yang terus menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satunya bukti nyata ditunjukkan dengan capaian 17 program studi yang kini berstatus unggul.
Rektor Upgris Sri Suciati menyampaikan wisuda kali ini menjadi penanda kemajuan kampus, bukan hanya dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kualitas penyelesaian studi. Sebanyak 88 lulusan diwisuda tanpa menyusun skripsi.
Sebagai gantinya, mereka menghasilkan karya ilmiah yang telah terpublikasi di jurnal terindeks Sinta, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Di wisuda ini 88 diantaranya itu wisuda tanpa skripsi. Jadi mereka menyelesaikan pendidikannya menutup dengan membuar karya ilmiah yang sudah terpublish di jurnal minimal terindeks Sinta,” jelas Suci saat ditemui di Kantornya.
Pada kesempatan itu Suci juga menyoroti kemajuan signifikan UPGRIS dalam bidang akademik. UPGRIS patut berbangga karena kini memiliki 17 program studi berstatus Unggul, seluruhnya dari rumpun kependidikan jenjang S1 maupun pascasarjana. Sehingga saat ini lebih dari 50 persen program studi di UPGRIS memiliki akreditasi unggul.
Program studi yang telah berakreditasi unggul untuk Pasca Sarjana atau S2 ialah Pendidikan Profesi Guru, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Dasar.
Sedangkan untuk S1 yang telah berakreditasi unggul diantaranya Prodi Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Guru SD, Pendidikan Guru PAUD, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan dan Sastra Daerah, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Teknologi Informasi, Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi, Pendidikan Ekonomi, serta PPKn.
“Kami ini kebetulan 17 itu semuanya program studi kependidikan, tapi kami saat ini sedang menunggu untuk program studi non kependidikan pecah telur juga mendapatkan akreditasi unggul. Yang sedang kita tunggu adalah Program Studi Teknologi Pangan,” tegasnya.
Lebih lanjut Suci menargetkan tahun 2025 ada 20 prodi di Upgris yang berstatus unggul. Saat ini tiga prodi masih berproses. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam pengajuan akreditasi unggul bagi institusi secara keseluruhan.
“Iya 20 (target prodi) yang unggul. Yang masih berproses khususnya program studi non kependidikan. Terutama ini Teknik ada Teknologi Pangan, Teknik Mesin, lalu Teknik Elektronika. Mudah-mudahan semuanya hasilnya seperti yang kita harapkan,” bebernya.
Keberhasilan UPGRIS tak berhenti di situ. Berdasarkan tracer study terbaru, 90 persen alumninya berhasil memperoleh pekerjaan dalam waktu enam bulan setelah kelulusan.
Capaian ini menjadikan UPGRIS sebagai salah satu perguruan tinggi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) terbaik di wilayah LLDIKTI VI tahun 2024 dan bahkan tingkat nasional.
Lebih lanjut UPGRIS tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan soft skill melalui program pengembangan karakter, dan mewadahi mahasiswa melalui 34 UKM sesuai minat dan bakat, serta dorongan untuk aktif berorganisasi.
“Kami juga bekerja sama dengan berbagai mitra industri dan lembaga pendidikan. Termasuk penyelenggaraan job fair yang menjadi sarana penyaluran kerja bagi para lulusan, khususnya ke perusahaan besar seperti Sinar Mas dan perusahaan perkebunan di luar Jawa,” pungkasnya. (kap)
Editor : Agus AP