RADARSEMARANG.ID, Semarang — Pemerintah berencana menambah masa studi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi empat tahun.
Kebijakan penambahan masa studi SMK ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.
Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Ari Wibowo, menjelaskan bahwa permintaan tenaga kerja Indonesia di luar negeri terus meningkat, terutama untuk tenaga dengan keterampilan khusus yang ada di studi SMK.
Oleh karena itu, tambahan satu tahun dalam masa studi SMK akan difokuskan pada penguatan bahasa asing dan keterampilan teknis.
Hasil evaluasi terhadap masa studi tiga tahun menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan SMK lebih memilih bekerja di dalam negeri.
Ari mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen lulusan SMK enggan meninggalkan daerahnya, meskipun peluang kerja di luar negeri cukup besar.
Baca Juga: Harga dan Cara Sewa Iphone di Semarang Ramai Buat Bisnis Hampers Hingga Mudik Lebaran 2025
Program tambahan satu tahun ini bersifat pilihan dan hanya akan diterapkan di SMK yang secara rutin mengirim lulusan ke luar negeri.
Saat ini, terdapat 113 SMK di Indonesia yang sudah memiliki pengalaman dalam mengirim tenaga kerja ke berbagai negara.
Beberapa bidang keahlian yang paling diminati dalam program ini meliputi kemaritiman, perhotelan, manufaktur, dan keperawatan.
Satu tahun tambahan dalam masa studi akan difokuskan pada program magang untuk memastikan kesiapan kerja lulusan SMK di luar negeri.
Dari segi pendanaan, program ini akan menggunakan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disesuaikan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan.
Dana BOS tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan operasional agar siswa tidak terbebani biaya tambahan.
Jepang menjadi salah satu negara tujuan utama bagi lulusan SMK karena permintaan tenaga kerja yang terus meningkat.
Selain Jepang, negara lain seperti Korea Selatan, Jerman, dan Arab Saudi juga menjadi pasar tenaga kerja potensial bagi lulusan SMK Indonesia.
Baca Juga: Cara Cek dan Top Up Saldo e-Toll dengan HP untuk Perjalanan Mudik Balik Lebaran Idul Fitri 2025
Untuk memastikan keamanan lulusan SMK yang bekerja di luar negeri, pemerintah bekerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Ari juga mengajak siswa SMK dan para orang tua untuk melihat peluang ini sebagai kesempatan besar bagi masa depan lulusan kejuruan. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi