RADARSEMARANG.ID, Semarang - Beragam kreativitas siswa SMP Islam Terpadu (IT) PAPB Semarang dipamerkan di Car Free Day (CFD) Simpang Lima, Minggu (16/2/2025).
Pertunjukan ini dalam rangkaian Milad ke 21 SMP IT PAPB Semarang.
Biasanya, peringatan milad di gelar di sekolah. Namun, dipilihnya CFD Simpang Lima karena ingin menunjukkan ekspansi. Bukan hanya soal sekolah saja, melainkan juga menunjukkan potensi prestasi yang dimiliki siswa.
"Tempat ini bagus untuk mengeksplor siswa, ada yang menari, drumband, paskibra, ini menunjukkan jika anak-anak kami tidak cengeng hanya berani di dalam saja, tidak. Tapi di luar dijamin mampu mengekspor dirinya walaupun di tempat-tempat terbuka seperti ini," kata Kepala SMP IT PAPB Semarang, Ramelan ditemui di sela kegiatan.
Menurut Ramelan, CFD Simpang Lima menjadi tempat yang bagus untuk mengenalkan sekolah kepada masyarakat luas secara dekat tentang keberadaan sekolah, khususnya program-program sekolah.
"Sekolah kami keren, nasional, sekolah sehat, sekolah ramah anak, sekolah adiwiyata. Dengan kita di luar ini, mampu memberikan informasi secara luas bagaimana sekolah kita bisa menjadi pilihan masyarakat," imbuhnya.
Pada kesempatan ini, pihaknya juga mengajak orang tua siswa ikut memeriahkan perayaan Milad ke 21.
Hal ini menunjukkan sekolah merupakan sabahat keluarga. Tak dipungkiri, lanjutnya, sekolah bisa bersama paguyuban orang tua dan guru membantu bagaimana ikut membesarkan sekolah.
Ramelan berharap, langkah awal dengan adanya kegiatan semacam ini bisa mendapat banyak dukungan agar menjadi sekolah lebih maju, lebih dipercaya masyarakat, mampu berkarya dan menjadi sekolah pilihan masyarakat.
Sementara itu, salah seorang siswa yang tergabung dalam penampilan tari, Kirana Sofistika Kardelia mengaku senang bisa tampil di depan publik karena bisa menambah pengalaman. Persiapan untuk event ini dilakukan selama dua minggu bersama rekan-rekannya.
Siswa kelas 7 ini menyatakan akan membawakan Tari Kembang Kipas dari Jawa Barat. Menurutnya, dengan pertunjukan tari di tempat ramai ini bisa menjadi sarana melestarikan budaya Indonesia.
"Adanya penampilan tari sebagai budaya Indonesia ini tetap terlestarikan. Jadi menambah wawasan orang juga budaya tari itu bagaimana," tuturnya.
Senada dengan Kirana, personil paskibra SMP IT PAPB Semarang, Sofia Putri Nirina juga perfomance di tempat ramai ini untuk semakin mengasah penampilan agar semakin percaya diri, terlebih ini merupakan kali pertama tampil di CFD Simpang Lima.
"Kalau tempat lain sering tapi ini lebih banyak di tonton orang, persiapannya kurang lebih dua minggu. Kita bisa menumpahkan kreativitas di sini dari paskibra ya formasinya, ada makna tersendiri," ungkapnya.
Selain penampilan siswa, kegiatan di awali dengan jalan sehat bersama dan senam aerobik, ada juga pembagian hadiah lomba, serta doorprize menarik. (ifa/bas)
Editor : Baskoro Septiadi