Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lagu Hymne Guru Wajib untuk Hari Guru Nasional 25 November, Ini dia Sosok Pengarang, Lirik, Makna, dan Sejarah Lagunya

Falakhudin • Sabtu, 23 November 2024 | 19:50 WIB
Ibu Guru Arin Romizah, S. Pd. I. Sedang mengajar siswa-siswi di SD Islam Multiplus Ar Rahiim Ungaran Timur
Ibu Guru Arin Romizah, S. Pd. I. Sedang mengajar siswa-siswi di SD Islam Multiplus Ar Rahiim Ungaran Timur

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Hari Guru Nasional (HGN) diperingati pada 25 November setiap tahunnya. 

Hari Guru Nasional 2024 ini merupakan peringatan ke-79 dengan mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”. 

Peringatan Hari Guru Nasional merupakan salah satu bentuk apresiasi atas segala usaha, pengorbanan, dan kasih sayang yang telah para guru berikan selama ini. 

Baca Juga: 25 November Hari Apa? Alasan, Sejarah, Tema, 30 Ide Hadiah, Download Logo, Merayakan Peringatan Hari Guru Nasional

Baca Juga: Free Download kalender 2025 Vektor: Lengkap Indonesia, Jawa dengan Weton, Neptu dan Bulan Hijriyah Islam

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih untuk guru tercinta, salah satunya dengan menyanyikan lagu hymne guru karya Sartono.

Hymne guru dapat dinyanyikan saat upacara bendera Hari Guru Nasional. 

Sebelumnya ada perubahan lirik hymne guru pada bagian ‘pembangun insan cendekia’ dari yang sebelumnya adalah ‘tanpa tanda jasa’.

Perubahan lirik hymne guru ini disepakati dan ditandatangani pada 27 November 2007 dengan disaksikan oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen PMPTK Depdiknas) dan Ketua Pengurus Besar PGRI.

Pengubahan lirik hymne guru yang juga tertuang dalam Surat Edaran PGRI Nomor 447/Um/PB/XIX/2007 tanggal 27 November 2007 ini dilakukan karena kalimat ‘tanpa tanda jasa’ memiliki kesan jika profesi guru kurang penting.

Sosok Biografi Sartono

Setiap tanggal 25 November, lagu Hymne Guru mengiringi Hari Guru Nasional.

Lagu ini tidak hanya menjadi pengiring upacara, tetapi juga merupakan cara untuk menghormati para guru yang telah memberikan kontribusi besar untuk membangun generasi penerus bangsa ini.

Lagu Hymne Guru diciptakan oleh Sartono
Lagu Hymne Guru diciptakan oleh Sartono

Lagu Hymne Guru diciptakan oleh Sartono, seorang guru seni musik dari Madiun, Jawa Timur, pada tahun 1980-an, dan menyampaikan pesan yang mendalam tentang pengabdian seorang guru sebagai pelita dalam kegelapan.

Meskipun Sartono sendiri adalah seorang guru honorer, lirik-lirik Hymne Guru yang dibuat menunjukkan rasa syukur dan penghormatan yang tulus terhadap peran guru.

Namun, di balik kemegahan melodi dan liriknya, tersimpan kisah inspiratif tentang perjuangan Sartono yang memotivasi penciptaannya. 

Baca Juga: Nama 5 Pimpinan KPK dan Dewas Terpilih Baru Periode 2024-2029

Baca Juga: 6 Hari Lagi Pilkada 2024 Serentak, Kenali Warna Kertas Surat Suaranya, Jangan Salah Pilih!

Hymne Guru menjadi bukti dedikasi tak tergoyahkan kepada dunia pendidikan, mulai dari tantangan hidup sebagai guru honorer hingga pengakuan nasional yang akhirnya ia raih.

Sartono terinspirasi  dari pengalamannya sendiri sebagai guru honorer yang penuh keterbatasan. 

Bertahun- tahun mengajar tanpa status Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tanpa jaminan dana pensiun, namun masih tetap mengabdikan diri kepada dunia pendidikan.

Dalam pembuatan lagu Hymne Guru ini hanya memiliki waktu 2 minggu untuk menulis lirik  dan melodi  yang menggambarkan sosok guru sebagai pahlawan.

Dalam lagu ini, ia menggambarkan guru sebagai “pelita dalam kegelapan” dan “patriot tanpa tanda jasa.” 

Persepsinya terhadap profesi guru, yang dia anggap setara dengan pahlawan bangsa, tetapi seringkali tidak dihargai dengan baik.

Lagu “Hymne Guru” diciptakan oleh Sartono, seorang guru seni musik di sekolah yayasan swasta di Kota Madiun sebagai tanda untuk menghormati para guru yang sangat berjasa untuk pendidikan di Indonesia.

Ia mempelajari musik secara otodidak dan menjadi satu-satunya guru yang bisa membaca not balok di Madiun pada tahun 1978. 

 

Berkat kepiawaiannya, ia mengikuti lomba cipta lagu “Hymne Guru” yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional, atau kini yang disebut dengan Kemendikdasmen.

Sartono menciptakan lagu ini menggunakan siulan, lalu ia menuliskan nada-nadanya di dalam selembar kertas. 

Lirik demi lirik ia tulis hingga bait terakhir “Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa”.

Sartono menjual jasnya untuk bisa mengirimkan lirik lagu tersebut karena mengalami kesulitan ekonomi, Pada akhirnya, Sartono keluar sebagai juara dan mendapatkan beberapa penghargaan dari pemerintah. 

Lagu Sartono kini dikenang sebagai lagu yang wajib diputar saat Hari Guru Nasional.

Ada banyak cara untuk mengenang dan menghormati jasa para guru, salah satunya adalah menyanyikan lagu Hymne Guru. 

Pahlawan tanpa tanda jasa ini tentunya telah memberikan banyak ilmu dan tenaganya untuk mencerdaskan kita semua.

 

Makna Lirik Lagu Hymne Guru yang mendalam :

Peran penting guru dalam pendidikan disampaikan dalam lirik Hymne Guru.

Frasa seperti “Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku” dan “Engkau bagai pelita dalam kegelapan” menunjukkan rasa hormat yang tulus terhadap pekerjaan guru.

Tidak mengherankan bahwa pesan moral tentang pentingnya menghormati guru semakin diperkuat oleh melodi sederhana namun penuh emosi lagu ini. 

Tidak mengherankan bahwa kedua lagu ini menjadi favorit untuk dinyanyikan saat memperingati Hari Guru Nasional dan Hari Pendidikan Nasional.

Selain itu, makna lirik “guru sebagai patriot tanpa tanda jasa” mencerminkan perjuangan Sartono dan banyak guru lainnya untuk meningkatkan bangsa.

Lagu ini telah berkembang menjadi cara untuk menghormati semua guru di Indonesia. 

Untuk menegaskan betapa besar dan mulianya peran guru, bagian tersebut lalu diubah menjadi lirik yang seperti sekarang kita dengarkan.

 

Berikut lirik terbaru Lagu Hymne Guru secara lengkap: 

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru .........

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku .........

Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku .........

Sebagai prasasti terima kasihku Tuk pengabdianmu .........

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan .........

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan .........

Engkau patriot pahlawan bangsa .........

Pembangun insan cendekia.........

*****

Makna Hymne Guru Lagu ‘Hymne Guru’ memiliki makna yang mendalam.

Lagu ini mencerminkan betapa mulianya jasa guru bagi murid Indonesia.

Lagu ‘Hymne Guru’ menekankan pentingnya peran guru dalam mendidik anak bangsa.

Lagu ini menggambarkan guru sebagai sosok yang begitu disanjung dan dihormati. 

Dalam buku Pedagogik Musik, lagu ‘Hymne Guru’ juga dimaknai bahwa guru hendaknya menjadi teladan atau panutan. 

Hymne guru juga menjadi pembangkit semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air. 

 

Sejarah Lagu Hymne Guru

Sartono yang merupakan seorang guru musik di sebuah yayasan swasta yang di Kota Madiun, Jawa Timur. 

Ia lahir pada 29 Mei 1938 di Madiun, Jawa Timur. 

Baca Juga: 3 Majelis 1 Cinta dalam Penutupan Safari Maulid Nabi Muhammad SAW, Cek Waktu dan Lokasinya Disini

Baca Juga: Meriahkan Milad Ke-112 Muhammadiyah dengan 50 Ucapan, Sejarah, Tema, Tujuan, Gratis Downlod Logo Miladnya Disini

Melansir laman Kemendikbud, Sartono adalah putra dari Camat Lorog, Pacitan, R. Soepadi. 

Ia merupakan anak tertua dari lima bersaudara. 

Karier sang pencipta lagu “Hymne Guru” ini berawal dari ketertarikannya dengan dunia musik sedari usia dini. 

 

Dirinya bahkan memutuskan untuk belajar bermusik secara otodidak. Hanya saja karena kondisi perekonomian keluarganya yang kurang mendukung, 

Sartono harus putus sekolah saat duduk di bangku kelas 2 SMA. 

Usai tak lagi bersekolah, ia pun bekerja. 

Sartono bekerja di sebuah perusahaan rekaman dan produsen piringan hitam bernama Lokananta. 

Pekerjaannya di Lokananta lantas mengantarkannya bergabung ke sebuah grup musik keroncong milik TNI AU di Madiun. 

Barulah pada 1980, kisah lahirnya mahakaryanya tercipta. 

Kala itu, sewaktu Sartono dalam perjalanan menuju Perhutani Nganjuk untuk mengajar kulintang, ia tak sengaja membaca lomba cipta lagu Hymne Guru. 

Proses penciptaan lagu tersebut tidak tergolong mudah. 

Lirik awal “Hymne Guru” mulanya berdurasi melebihi 4 menit. 

Baca Juga: Update Jadwal Majelis Gandrung Nabi Bulan November 2024, Cek Waktu dan Lokasinya Disini

Baca Juga: Jake Paul Menang Lawan Mike Tyson sang Legenda Tinju Dunia

Sartono juga memiliki keterbatasan alat musik sehingga ia hanya mengandalkan siulan ketika menggubah lagu tersebut. 

Bahkan, karena tidak memiliki uang, pria kelahiran Madiun tersebut rela menjual jasnya demi memiliki biaya untuk mengirim lagunya. 

Kerja keras Sartono ternyata membuahkan hasil manis. 

Lirik lagu buatannya terpilih sebagai juara. 

Dirinya juga mendapatkan penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional pada 2000 dan 2005.

Di samping “Hymne Guru”, Sartono juga telah menciptakan delapan lagu bertema pendidikan lainnya.

Pencipta lagu nasional ini mengembuskan napas terakhirnya pada 1 November 2015. 

Itulah ulasan lengkap mengenai lirik hymne guru terbaru, lengkap dengan maknanya.

 Lagu hymne guru dapat dinyanyikan untuk memeriahkan Hari Guru Nasional 2024. (fal)

Editor : Tasropi
#tanpa tanda jasa #PNS #Sosok Biografi Sartono #Hari Guru Nasional 2024 #lirik Hymne Guru #hari guru nasional (hgn) #hari pendidikan nasional #sejarah lagu hymne guru #Makna Lirik Lagu Hymne Guru #Perhutani Nganjuk #pelita dalam kegelapan #lagu hymne guru karya Sartono #lirik terbaru Lagu Hymne Guru #Guru Honorer #pegawai negeri sipil