RADARSEMARANG.ID - "Pergerakan adalah inti dari eksistensi," ujar Heraklitus, filsuf Yunani kuno yang mencerminkan dinamika ilmu pengetahuan termasuk pendidikan seni yang terus berkembang.
Universitas Negeri Semarang (UNNES), melalui Program Studi S3 Pendidikan Seni, berkomitmen mengikuti arus perkembangan ini dengan menghadirkan inovasi dan pembaruan dalam dunia pendidikan seni.
Dr. Agus Cahyono, M.Hum., Koordinator Program Studi S3 Pendidikan Seni UNNES, menegaskan bahwa program ini fokus pada peningkatan kualitas lulusan dengan kompetensi akademik unggul dan kemampuan menerapkan ilmu dalam konteks sosial.
"Kami menyediakan pendampingan intensif dalam penulisan disertasi dan artikel ilmiah berskala internasional melalui kolaborasi dengan para pakar. Selain itu, kami juga memberikan bimbingan menyeluruh, baik dari aspek akademik maupun emosional," ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Jawa Pos Radar Semarang pada Jumat (15/11/2024).
Teknologi mutakhir menjadi bagian integral dalam model perkuliahan program ini.
"Kami akan memperkenalkan kuliah berbasis metaverse, yang menjadikan lingkungan belajar lebih interaktif dan sesuai dengan tren teknologi saat ini. Mahasiswa dapat berinteraksi dalam ruang virtual yang menstimulasi kreativitas dan inovasi," tambah Dr. Agus.
Salah satu mahasiswa, MS Viktor Purhanudin, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pendekatan ini.
"Belajar melalui metaverse memberikan pengalaman baru yang menarik. Saya merasa lebih terlibat dan termotivasi dalam proses pembelajaran," katanya.
Dalam ranah kurikulum, Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai perspektif.
"Kami mengembangkan mata kuliah yang mengintegrasikan pandangan Barat dan Timur serta aspek teologis. Pendekatan ini memperkaya wawasan mahasiswa tentang pendidikan seni dalam konteks global dan lokal," jelas Dr. Agus.
Program Studi S3 Pendidikan Seni UNNES juga mengadopsi prinsip Total Quality Management (TQM) dalam pengelolaan program studi.
"Kami memastikan setiap aspek organisasi berjalan optimal dan mendukung kesuksesan mahasiswa. TQM membantu kami dalam menjaga kualitas dan terus berinovasi," ungkapnya.
Sebagai contoh penerapan TQM, program ini rutin mengadakan evaluasi dan umpan balik dari mahasiswa. Driyastuti, mahasiswa doktoral, menyatakan, "Kami merasa didengar dan dilibatkan dalam pengembangan program. Ini membuat kami lebih bersemangat dalam studi."
Dengan akreditasi unggul yang telah diraih, program doktor ini berhasil menciptakan atmosfer akademik yang kondusif.
"Kami mengajak calon mahasiswa untuk bergabung dan menjadi ahli dalam bidang pendidikan seni. Dengan dukungan fasilitas dan sumber daya yang ada, kami yakin dapat melahirkan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi," tegas Dr. Agus.
Melalui berbagai inisiatif ini, Program Studi S3 Pendidikan Seni UNNES berkomitmen melahirkan lulusan yang unggul secara akademik dan siap menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan seni.
Diharapkan, para lulusan dapat memberikan kontribusi berarti, baik di lingkungan akademis maupun masyarakat luas, melalui inovasi dan kolaborasi lintas disiplin yang relevan dengan tantangan zaman.
"Melalui pendekatan holistik dan pemanfaatan teknologi, kami optimis dapat menjawab kebutuhan pendidikan seni di era modern. Kami terus berupaya menciptakan program yang adaptif dan responsif terhadap perubahan," pungkas Dr. Agus. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi