RADARSEMARANG.ID, AMBARAWA-Peringatan hari jadi Ke-22 Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Semarang yang dilangsungkan bersamaan momentum hari santri 2024, menjadi dorongan guru IGRA agar terus meningkatkan kompetensi.
Hal ini mengikuti dunia pendidikan yang makin maju dan kompetitif.
Kepala kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang H Muhasil S.Ag M.Pd, disela acara hari jadi IGRA Kabupaten Semarang, sabtu (19/10) di Lapangan Tambakboyo Ambarawa, menyampaikan, guru Raudhatul Athfal (RA) dihimbau terus berbenah diri.
Tidak segan belajar dengan guru lainnya atau dari manapun, yang memiliki kompetensi lebih baik.
“Jangan berhenti belajar, karena di lembaga pendidikan setingkat yang berbasis Islam telah mengadopsi berbagai pembelajaran seperti kita. Maka komitmen memajukan Raudhatul Athfal di lembaga masing-masing harus ditingkatkan,” pesannya di hadapan ratusan guru IGRA.
Menurut Muhasil, Guru IGRA di Kabupaten Semarang yang sebanyak 697 orang, diakui sebagian diantaranya belum mendapatkan mendapatkan apresiasi.
Namun hal ini sudah diupayakan melalui seksi bidang madrasah untuk menyandingkan program Kementrian Agama RI dengan pemerintah daerah.
“Gagasan ide besar IGRA ini jangan dikesampingkan, karena untuk menyejahterakan guru IGRA di Kabupaten Semarang. Meningkatkan kemampuan pembelajaran, tulus melayani amanah atau titipan orang tua di sekolah-sekolah Raudhatul Athfal Kabupaten Semarang yang kini berjumlah 204 madrasah,” paparnya.
Pada perayaan hari jadi IGRA dan bersamaan momentum Hari Santri kali ini, turut diselenggarakan gerakan penghijauan berupa penanaman pohon kelengkeng, jambu dan tabebuya di lingkungan sekolah madrasah. Meliputi madrasah Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Program penanaman diselenggarakan kantor Kemenag Kabupaten Semarang bekerjasama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDHAS) Pemali – Jratun, BRI dan Basnaz Kabupaten Semarang.
Di tingkat madrasah Raudhatul Athfal, penanaman simbolis dilakukan di madrasah RA Sudirman VI Ambarawa.
Ketua IGRA Kab Semarang Siti Isnainiyati, mengatakan, peningkatan kualitas guru IGRA memang sangat penting, khususnya di era pendidikan modern saat ini.
Karena itu, ia berharap rekan-rekan guru IGRA membuka diri, mempunyai wawasan pembelajaran luas.
“Punya ciri khas sekolah baca-tulis Al Quran yang menyenangkan, kreatif, inovatif dan tidak ada kekerasan. Lembaga pendidikan berbasis agama makin berkembang, karena itu IGRA terus berbenah sehingga tetap mampu bersaing,” imbuh Siti Isnainiyati. (svc/fiq)
Editor : Tasropi