RADARSEMARANG.ID, Literasi digital menjadi kebutuhan krusial di era informasi saat ini, terutama dalam bidang pendidikan.
Menyadari hal ini, tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengembangan (FIPP) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar program bertajuk "Membiasakan Eco-Literacy" di Gugus Drupadi SDN Sadeng 02 Gunungpati Kota Semarang, Rabu, 21 Agustus 2024.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital para guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran di kelas.
Program yang digawangi oleh Deni Setiawan, Sukarir Nuryanto, Isa Ansori, dan Ni Kadek Aris Rahmadani ini memberikan pelatihan intensif kepada guru-guru di Gugus Drupadi.
"Latar belakang kegiatan pengabdian kepada masyarakat bahwa seorang guru harus menyadari pentingnya literasi digital di era informasi dalam membantu pemahaman teknologi untuk pendidikan," jelas Deni Setiawan kepada Radarsemarang.ID.
"Melalui program ini para guru diberikan pengetahuan tentang pentingnya pemanfaatan alat digital dalam proses pembelajaran, yang diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kreatif, serta relevan dengan kebutuhan siswa saat ini," lanjut Deni.
Menurut tim pelaksana, literasi digital tidak hanya membantu guru dalam memahami materi pembelajaran berbasis teknologi, tetapi juga memberikan mereka keterampilan untuk menciptakan inovasi dalam pengajaran.
“Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada para guru dalam menggunakan teknologi sebagai bagian dari praktik pengajaran, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan,” tambah Deni.
Universitas Negeri Semarang, sebagai salah satu institusi pendidikan terkemuka di Indonesia, terus berkomitmen untuk mengembangkan program-program pengabdian yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan.
"Melalui program ini, para guru juga diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi digital mereka, tetapi juga mampu menginspirasi siswa untuk berpikir kritis dan kreatif di tengah berkembangnya era digital," terang Sukarir Nuryanto, salah satu pelaksana program.
Kolaborasi antara Unnes dan para guru di Gugus Drupadi juga mendorong terbentuknya jaringan profesional yang kuat, sehingga mereka dapat saling bertukar pengalaman dan pengetahuan dalam mengimplementasikan teknologi digital di kelas.
"Guru-guru yang mengikuti program ini sekarang memiliki keterampilan yang lebih baik untuk memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran, dan ini adalah langkah penting menuju transformasi pendidikan di era digital," pungkas Sukir.
Dengan adanya program ini, para guru di Gugus Drupadi kini lebih siap menghadapi tantangan pendidikan digital, sekaligus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan menarik bagi para siswa. **
Editor : Tasropi