RADARSEMARANG.ID - Sudah saatnya kita meninggalkan anggapan bahwa santri hanya sibuk di dunia pesantrian.
Di era yang sudah maju ini, banyak sekali kisah inspiratif yang datang dari para santri di berbagai bidang.
Meliputi bidang pendidikan, kepemimpinan nasional dan daerah, bahkan hingga seni dan budaya.
Tidak hanya menguasai ilmu agama, mereka juga berhasil mengukir prestasi di bidang-bidang tersebut.
Dedikasi dan ketekunan yang tinggi membawa nama mereka semakin dikenal oleh khalayak ramai.
Mari berkenalan dengan tiga orang santri yang memiliki kisah inspiratif di bidang seni dan budaya.
Baca Juga: Ternyata Begini Sejarah Perayaan Hari Santri Nasional
1. Nurman Hakim - Sutradara, Penulis Skenario
Dilansir dari laman Santri Inspirasi, santri kelahiran Demak kota wali ini dulunya merupakan seorang santri di Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak.
Selain menjadi sutradara dan penulis skenario, ia juga dikenal sebagai seorang produser, pengajar film di beberapa kampus dan aktif mengisi forum-forum dengan tulisannya.
Minatnya yang tinggi di bidang perfilm-an membawa karyanya yang berkualitas dikenal oleh kancah perfilman nasional maupun internasional.
Baca Juga: Ide Lomba Kreatif untuk Memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2024
Beberapa filmnya yang dikenal luas oleh publik diantaranya adalah “3 Doa 3 Cinta” (2008), “Khalifah” (2011), “The Window” (2016), dan “Bid’ah Cinta” (2017).
Film karya Nurman Hakimm tersebut berhasil memasuki nominasi di Festivall Film Indonesia 2008, Dubai International Film Festival 2008, Asia Pacific Screen Awards 2009, Vesoul Asian Film Festival 2009 dan 2012, dan CinemAsia Film Festival 2017.
2. Ahmad Fuadi - Novelis
Ahmad Fuadi, S.IP, M.A adalah seorang novelis, pekerja sosial, dan mantan wartawan dari Indonesia. Pria kelahiran 1973 ini memulai pendidikannya di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo dan lulus pada tahun 1992.
Ia Kemudian melanjutkan kuliah Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran dan berkarir menjadi seorang wartawan Tempo.
Di tahun 1998, Ahmad Fuadi mendapat beasiswa Fulbright untuk kuliah S2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University.
Baca Juga: Ratusan Kiai dan Santri Deklarasi Dukung Yoyok-Joss di Pilwakot Semarang 2024
Meskipun ia mengawali karirnya sebagai seorang wartawan, nama Ahmad Fuadi semakin dikenal semenjak terbitnya novel trilogi pertamanya yang berjudul “Negeri 5 Menara” dan berhasil memasuki jajaran novel best seller pada tahun 2009.
Keberhasilan dari karya fiksinya ini membuatnya semakin bersemangat dalam melanjutkan trilogi novelnya hingga berhasil menerbitkan novel keduanya yang berjudul “Ranah 3 Warna” pada tahun 2011 dan novel ketiganya yang berjudul “Rantau Satu Muara” berhasil diluncurkan secara simbolis di Washington DC pada tahun 2013.
Tidak berhenti sampai disitu, ia mendirikan Komunitas Menara yang didirikan pada 16 Desember 2011.
Komunitas ini adalah sebuah yayasan sosial untuk membantu pendidikan masyarakat yang kurang mampu, khususnya untuk usia pra sekolah.
Saat ini Komunitas Menara punya sebuah sekolah anak usia dini yang gratis di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.
Baca Juga: Viral Santri di Aceh Disiram Air Cabai, Diduga karena Melakukan Hal Ini
3. Hj. Masriyah Amva - Sastrawan
Sosok inspiratif yang terakhir datang dari cirebon. Nyai Masriyah memperoleh pendidikan pertamanya dari sang orangtua.
Selain menjadi seorang pengasuh dan pemimpin di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy di Cirebon semenjak suaminya meninggal pada tahun 2007, Nyai Masriyah juga aktif sebagai seorang penulis dan penyair.
Sejauh ini, beliau telah menerbitkan lebih dari 20 novel dan puisi yang bertemakan motivasi serta ketuhanan. Buku-buku tersebut diantaranya berjudul “Ketika Aku Gila Cita”, “Cara Mudah Menggapai Impian”, dan “Matematika Allah.”
Kisah-kisah inspiratif di atas membuktikan bahwa santri tidak hanya fokus pada bidang keagamaan tetapi juga berkontribusi dalam memajukan bangsa. Mereka adalah sosok inspiratif yang sangat patut kita teladani. (mg10/bas)
Editor : Baskoro Septiadi