Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Memahami Pengertian Doom Spending, Trend Digital yang Diklaim Mengancam Kemiskinan Gen Z dan Generasi Millenial

Aris Hariyanto • Sabtu, 28 September 2024 | 19:32 WIB
Doom Spending diklaim mengancam Gen Z dan generasi milenial.
Doom Spending diklaim mengancam Gen Z dan generasi milenial.

RADARSEMARANG.ID - Fenomena Doom Spending belum lama ini sering dibicarakan terutama di kalangan Gen Z dan generasi milenial.

Adapun disebutnya sebagai Gen Z ini dengan tahun kelahiran 1997-2012 dan generasi milenial di tahun kelahiran 1981-1996.

Di tengah situasi ketidakpastian ekonomi global, istilah Doom Spending tampak semakin menjadi perhatian dan menimbulkan kekhawatiran.

Meski Doom Spending tidak secara langsung merupakan trend digital, tetapi teknologi dan media sosial dapat memperkuat perilaku ini.

Apabila belum familiar dengan istilah tersebut, berikut ini penjelasan singkat untuk memahami pengertian Doom Spending.

Doom Spending pada dasarnya merujuk pada pengeluaran uang secara berlebihan demi kepuasan sesaat dengan hiburan instan daripada uangnya ditabung untuk kebutuhan di masa depan.

Mereka sering kali melakukan hal tersebut tanpa rasa cemas terkait masa depannya dari ketidakpastian ekonomi yang akan menimpanya dikemudian hari.

Seseorang yang berperilaku Doom Spending biasanya menghabiskan uang untuk mengurangi stres demi kesenangan meski bersifat sementara.

Misalnya, sebuah konten atau iklan di media sosial dengan gaya hidup mewah, dapat mendorong seseorang untuk berbelanja lebih banyak sebagai cara untuk mengatasi kecemasan.

Mereka juga ada yang rela mengikuti jejak teman atau influencer yang viral di media sosial agar tidak ketinggalan tren terbaru (FOMO).

Hal tersebut dilakukannya agar mereka dapat merasa senang dengan lebih terhubung dan bebas dari kecemasan.

Padahal yang mereka lakukan banyak menghabiskan uang yang berdampak pada finansial. Akibatnya, mereka rela hutang demi ketenaran dan kesenangan.

Pada unggahan video TikTok @steve_gray, fenomena Doom Spending digambarkan sebagai terapi kesenangan belanja versi Gen Z.

"Yup, sebagai Gen Z sendiri, saya dapat memastikan generasi saya tidak peduli lagi dan cukup wajar saja dengan keadaan dunia saat ini," tulis komentar @Luigiguy97

Menurut sebuah penelitian, Gen Z dan generasi milenial tampak sering kali merasa cemas dan frustrasi dengan keadaan ekonomi mereka saat ini.

Sebuah studi terkini dari Credit Karma menemukan 43% generasi milenial dan 35% Gen Z menghabiskan uang untuk membuat diri mereka merasa senang agar terhindar dari kecemasan.

Sementara pada video viral TikTok yang dibuat Maria Melchor dengan akun @firstgenliving, telah memaparkan dampak dari perilaku Doom Spending ini.

Dalam klip video viral tersebut, dia berkata: "Kami tidak mampu membeli apa pun lagi. Memiliki rumah atau memulai untuk berkeluarga begitu jauh dari jangkauan (tidak pernah terpikirkan)”.

“Bahkan kami menggunakan uang muka atau dana dari anak untuk membeli segala sesuatu yang sekiranya kami mampu. Dan Hal ini memberikan kami sedikit gambaran tentang kedewasaan”.

Ribuan video yang diunggah @firstgenliving telah membahas tentang Doom Spending serta ide saran untuk menghindarinya.

Namun, banyak diantara mereka yang berkomentar menganggap ide yang disampaikan @firstgenliving sebagai hal yang bodoh.

Doom Spending tidak akan menguntungkan. Jika terus dilakukan bisa mengancam kemiskinan generasi muda di masa depan.

Editor : Baskoro Septiadi
#finansial #media sosial #KEMISKINAN #Trend digital #tren terbaru #fomo #Gen Z #video viral tiktok #doom spending #memahami pengertian Doom Spending #pengertian Doom Spending #Generasi Milenial