RADARSEMARANG.ID - Beberapa wilayah di Indonesia dan negara lainnya kedapatan melihat keindahan fenomena Super Moon yang menakjubkan.
Pada Rabu (18/9) sore menjelang malam, terlihat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya.
Hal ini tentunya menarik perhatian banyak orang untuk mengamati dan mengabadikan keindahannya melalui ponsel.
Namun demikian, apa sebenarnya yang membuat Bulan terlihat begitu lebih besar saat Super Moon terjadi?
Menurut fakta ilmiah, Super Moon adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika Bulan berada pada titik terdekatnya dengan Bumi dalam orbit elipsnya (Perigee).
Pada saat terjadi Super Moon, Bulan bisa terlihat hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan saat berada di titik terjauhnya (Apogee).
Efek ini lebih jelas terlihat ketika Bulan berada dekat dengan cakrawala, menciptakan ilusi optik yang membuatnya tampak lebih besar.
Fenomena Super Moon ini ada yang menyebutnya Super Harvest Moon, dan sangat populer digunakan istilahnya untuk menggambarkan terjadinya Bulan purnama.
Selain itu, Super Moon juga dikelilingi oleh berbagai mitos dan kepercayaan ketika fenomena langka ini terjadi.
Beberapa orang percaya bahwa fenomena Super Moon dapat mempengaruhi perilaku manusia, atau bahkan akan ada bencana alam.
Salah satunya adalah keyakinan bahwa Super Moon dapat menyebabkan bencana alam seperti gempa bumi atau letusan gunung berapi.
Sementara di beberapa budaya, Super Moon dianggapnya membawa keberuntungan atau kesialan.
Kepercayaan ini lebih terkait dengan tradisi dan budaya daerah masing-masing yang mungkin masih menganut kepercayaan leluhurnya.
Meski demikian, Super Moon tetap menjadi fenomena langka yang menarik dan biasanya terjadi beberapa kali dalam setahun.
Sedangkan menurut BMKG, adanya fenomena Super Moon diprediksi akan meningkatnya air pasang laut di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan kata lain, fenomena Super Moon dapat berdampak pada pasang surut air laut yang lebih tinggi dari biasanya, atau dikenal sebagai “pasang perigean”
Ini artinya, bisa menyebabkan kemungkinan adanya banjir rob atau peningkatan risiko banjir di daerah rendah.
Sehubungan dengan hal tersebut, masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai diimbau untuk tetap waspada.
Editor : Baskoro Septiadi