Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Gen Z Sudah Tau? Ini Pengertian Rura Basa Jawa, Makin Mudah Dipahami dengan 20 Contoh dan Artinya

Aris Hariyanto • Rabu, 28 Agustus 2024 | 23:18 WIB
Ilustrasi pembelajaran Bahasa Jawa.
Ilustrasi pembelajaran Bahasa Jawa.

RADARSEMARANG.ID - Rura Basa Jawa hingga kini masih sering digunakan oleh masyarakat Jawa dalam aktivitas sehari-hari.

Banyak diantara mereka yang menggunakannya untuk menyampaikan informasi atau mengungkapkan pendapat.

Istilah Rura Basa sendiri merupakan kombinasi dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu "Rura" yang berarti "rusak" dan "Basa" yang berarti "bahasa".

Rusa Basa dalam pembelajaran Bahasa Jawa ada yang menganggapnya keliru, namun tetap digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Istilah ini juga merujuk pada bahasa yang tidak tepat dalam konteks bahasa Indonesia, dan penggunaannya sulit diperbaiki karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat.

Banyak istilah Rura Basa Jawa digunakan untuk menyampaikan informasi dengan cara yang lebih sederhana.

Sebagai contoh, ungkapan dalam bahasa Jawa "Mbunteli Tempe" seharusnya diungkapkan sebagai "Mbunteli Dele Godok sing wis dirageni”.

Dalam hal ini, frasa yang panjang tersebut disederhanakan menjadi "Mbunteli Tempe”.

Namun, penggunaan istilah "tempe" di sini kurang tepat, karena tempe merujuk pada produk yang dihasilkan setelah kedelai diragi dan dibungkus.

Oleh karena itu, meskipun Rura Basa ini sering dianggap benar, sebenarnya terdapat ketidaktepatan dalam penggunaannya.

Supaya makin mudah dipahami, berikut ini disajikan 20 contoh Rura Basa Jawa beserta maksud penjelasannya.

Nunggu manuk = nunggu pari nang sawah ben ra dipangan manuk
(Menjaga padi di sawah agar tidak dimakan burung).

Ngenam kepang = ngenam iratan pring digawe kepang
(Membuat anyaman dari bambu untuk dibuat kepang)

Nggodog wedang = nggodog banyu arep gawe wedang
(Merebus air untuk dijadikan minuman)

Nglinthing rokok= nglinthing mbako klobot digawe rokok
(Menggulung tembakau dengan klobot untuk membuat rokok)

Ngulek sambel = ngulek lombok uyah digawe sambel
(Mengulek lombok dan garam untuk membuat sambal)

Nulis layang = nulis dluwang kanggo kirim layang
(Menulis pesan pada kertas surat untuk dikirimkan)

Nunggu geni = nunggu kayu supaya genine ora mati
(Menjaga kayu agar apinya tidak mati)

Nyunduki sate = nyunduki daging nganggo lidi
(Menusukkan tusuk sate pada daging)

Masak gule = masak jeroan utowo daging dicampur santen karo bumbune
(Memasak jeroan atau daging dengan santan dan bumbu)

Adang sego = adang beras supaya dadi sega
(Memasak beras agar menjadi nasi)

Mangan awan = mangan sego ing wayah awan
(Makan nasi saat siang hari)

Mbunteli tempe = mbunteli dhele godhog kang wis dirageni
(Membungkus tempe yang sudah digoreng)

Menek klapa sing = menek wit klapa
(Memanjat pohon kelapa)

Mikul dhawet = mikul angkring isi wadhah dhawet
(Mengangkat wadah berisi minuman dawet)

Ndheplok gethuk = ndheplok tela supaya dadi gethuk
(Menumbuk singkong agar menjadi gethuk)

Ndondom klambi = ndondomi kain di nggo gawe klambi
(Menjahit kain secara manual untuk dijadikan pakaian)

Bakul janganan = wong dodol panganan nggo keperluan masak
(Orang yang menjual makanan untuk keperluan masak)

Jogo Poskamling = Jogi keamanan ono ing poskamling
(Menjaga keamanan di poskamling)

Nunggu pithik = nunggu pemean gabah ben ora dithotholi pitik
(Menunggu padi yang dijemur agar tidak dimakan ayam)

Gawe jamu = deplok empon empon supaya dadi jamu
(mendeplok empon empon sehingga menjadi jamu, atau meracik ramuan untuk dijadikan jamu).

Editor : Baskoro Septiadi
#Rura Basa Jawa #istilah Rura Basa Jawa #pengertian Rura Basa Jawa #contoh Rura Basa Jawa #Pembelajaran Bahasa Jawa