RADARSEMARANG.ID - Di tengah kehidupan masyarakat Jawa, terdapat banyak peribahasa yang kaya akan makna dan kearifan lokal.
Salah satu peribahasa jawa yang cukup populer adalah istilah “Esok Dele Sore Tempe” dan cukup familiar di telinga.
Meski juga sering terdengar dalam percakapan sehari-hari, namun tidak semua orang memahami makna kiasan yang terkandung didalamnya.
Secara harfiah, kiasan jawa “Esok Dele Sore Tempe” dalam bahasa indonesia berarti “pagi kedelai, sore tempe.”
Perubahan yang cepat dari kedelai menjadi tempe ini menggambarkan sesuatu yang berubah dengan sangat cepat dalam waktu singkat.
Namun, sebenarnya makna peribahasa Esok Dele Sore Tempe ini jauh lebih dalam dan penuh sindiran.
Peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak konsisten atau sering berubah pendirian.
Orang yang hari ini berjanji sesuatu, namun besoknya sudah berubah pikiran, sering kali menjadi sasaran sindiran dengan peribahasa ini.
Hal ini mencerminkan ketidakstabilan dan ketidakpastian dalam tindakan atau ucapan seseorang.
Makna kiasan Esok Dele Sore Tempe ini sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Peribahasa ini mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati dalam membuat janji dan berkomitmen terhadap apa yang telah diucapkan.
Konsistensi dan kepercayaan merupakan prinsip fundamental yang harus dijaga dalam semua jenis hubungan, baik keluarga, kerja, maupun pertemanan.
Selain itu, peribahasa jawa ini juga mengajarkan seseorang untuk tidak mudah terpengaruh oleh perubahan yang cepat dan tidak terduga.
Dalam dunia yang serba cepat ini, kemampuan untuk tetap teguh pada prinsip dan komitmen adalah hal yang sangat berharga.
Dengan demikian, seorang manusia dapat menjadi pribadi yang lebih dapat diandalkan dan dipercaya oleh orang lain.
Editor : Baskoro Septiadi