Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Aktifitas Polisi Sering Viral di Media Sosial, Berikut Jenjang Karier di Kepolisian, dari Bripda, Briptu Sampai Dengan Jenderal

Tasropi • Selasa, 27 Agustus 2024 | 18:57 WIB
Jajaran kepolisian Polres Batang memberikan pelayanan trauma healing kepada korban laka tunggal bus PO Rosalia Indah. (Devi Khofifatur Rizky/Jawa Pos Radar Semarang)
Jajaran kepolisian Polres Batang memberikan pelayanan trauma healing kepada korban laka tunggal bus PO Rosalia Indah. (Devi Khofifatur Rizky/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, POLRI (Kepolisian Negara Republik Indonesia) memiliki sistem kepangkatan yang tersusun secara hierarkis.

Semakin tinggi pangkat seseorang, tentu semakin besar pula gaji dan tanggung jawab yang diembannya.

Sejarah kepolisian di Indonesia berakar sejak zaman Kerajaan Majapahit, ketika satuan keamanan dikenal dengan nama Bhayangkara.

Kemudian, pada masa penjajahan Belanda, kepolisian modern mulai terbentuk melalui rekrutmen penduduk lokal.

Kepolisian yang dibentuk oleh Belanda inilah yang kelak menjadi cikal bakal berdirinya Polri.

Pada 1 Juli 1946, Djawatan Kepolisian Negara mulai bertanggung jawab langsung kepada perdana menteri.

Hingga tanggal ini kemudian diperingati sebagai Hari Bhayangkara, menandai sejarah penting dalam perjalanan Polri.

Sistem kepangkatan dalam Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan struktur yang terorganisir dengan baik, mencerminkan hierarki, tanggung jawab, dan wewenang di dalam institusi tersebut.

Setiap pangkat memiliki peran dan fungsi tersendiri, yang berkontribusi terhadap penegakan hukum, pemeliharaan ketertiban, serta pelayanan masyarakat.

Sistem kepangkatan Polri juga mencerminkan jenjang karier para anggotanya, yang dimulai dari pangkat terendah hingga tertinggi.

1. Pangkat Bintara

Brigadir Polisi Dua (Bripda): Ini adalah pangkat awal bagi seorang polisi yang baru lulus dari pendidikan kepolisian.

Mereka biasanya ditempatkan di lapangan untuk menjalankan tugas-tugas dasar kepolisian.

Brigadir Polisi Satu (Briptu): Setelah beberapa tahun berdinas dan menunjukkan kinerja yang baik, Bripda dapat dipromosikan menjadi Briptu.

Brigadir Polisi (Brigpol): Ini adalah pangkat menengah dalam golongan Bintara. Brigpol memiliki tanggung jawab yang lebih besar, biasanya sebagai pelaksana tugas operasional di lapangan.

Brigadir Polisi Kepala (Bripka): Bripka memiliki tanggung jawab supervisi atas anggota Bintara lainnya dan sering terlibat dalam pengawasan dan pelatihan.

Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda): Pangkat ini adalah salah satu yang tertinggi di golongan Bintara. Aipda memiliki tanggung jawab pengawasan yang lebih besar.

Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu): Pangkat tertinggi dalam golongan Bintara.

Aiptu biasanya memegang peran kunci dalam pengawasan operasional sehari-hari.

2. Pangkat Perwira Pertama (Pama)

Inspektur Polisi Dua (Ipda): Ini adalah pangkat awal bagi seorang perwira yang baru lulus dari pendidikan perwira.

Ipda bertanggung jawab atas koordinasi dan supervisi di tingkat lapangan.

Inspektur Polisi Satu (Iptu): Setelah beberapa tahun bertugas sebagai Ipda, seorang perwira dapat dipromosikan menjadi Iptu, dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan.

Ajun Komisaris Polisi (AKP): AKP adalah pangkat tertinggi dalam golongan Perwira Pertama.

Mereka biasanya memimpin unit kecil dan terlibat dalam perencanaan operasional.

3. Pangkat Perwira Menengah (Pamen)

Komisaris Polisi (Kompol): Ini adalah pangkat awal dalam golongan Perwira Menengah. Kompol bertanggung jawab atas kepemimpinan di tingkat menengah dan sering memegang posisi penting di berbagai divisi Polri.

Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP): AKBP memiliki peran penting dalam pengelolaan unit-unit besar dan memiliki otoritas yang lebih tinggi dibandingkan dengan Kompol.

Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol): Kombes Pol adalah pangkat tertinggi di golongan Perwira Menengah.

Mereka memimpin operasi yang kompleks dan sering bertanggung jawab atas wilayah yang luas.

4. Pangkat Perwira Tinggi (Pati)

Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol): Pangkat ini adalah yang terendah dalam golongan Perwira Tinggi. Brigjen Pol memegang peran strategis dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional.

Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol): Irjen Pol memiliki tanggung jawab besar atas kebijakan dan strategi di tingkat nasional, sering kali memimpin divisi atau direktorat utama.

Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol): Komjen Pol adalah pangkat menengah dalam golongan Perwira Tinggi, memegang peran kunci dalam pengambilan keputusan di tingkat tertinggi.

Jenderal Polisi (Jenderal Pol): Ini adalah pangkat tertinggi dalam Polri, biasanya dipegang oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Jenderal Pol bertanggung jawab atas seluruh operasi, kebijakan, dan strategi Polri.

Sistem kepangkatan Polri mencerminkan struktur organisasi yang teratur, di mana setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab sesuai dengan pangkatnya.

Kepangkatan ini juga mencerminkan jenjang karier dalam institusi, dengan pangkat yang lebih tinggi menunjukkan tingkat tanggung jawab dan otoritas yang lebih besar.

Melalui sistem ini, Polri dapat menjalankan tugasnya dengan efektif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan penegakan hukum di Indonesia.

Editor : Tasropi
#perwira tinggi #brigadir polisi #bripka #briptu #penegakan hukum #Hari Bhayangkara #kerajaan majapahit #AKBP