Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengenal Gempa Megathrust yang Berpotensi Timbulkan Tsunami Besar, Indonesia Diprediksi Akan Mengalaminya di Masa Depan

Magang Radar Semarang • Rabu, 14 Agustus 2024 | 21:22 WIB
Ilustrasi gempa bumi.
Ilustrasi gempa bumi.

RADARSEMARANG.ID - Baru-baru ini publik Indonesia dihebohkan dengan berita bahwa akan terjadi gempa megtarhrust dengan kekuatan lebih dari Magnitudo 8 di Indonesia.

Hal tersebut diduga akibat terjadinya gempa besar di Jepang dengan kekuatan Magnitudo 7,1 dan dapat memicu terjadinya tsunami yang bersumber dari Megathrust Nankai pada hari Jumat, 8 Agustus lalu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengkhawatirkan gempa serupa juga akan terjadi di Indonesia lantaran dua megathrust yang ada di Indonesia sudah lama tidak melepaskan energi besarnya.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, juga turut menyampaikan kekhawatirannya terkait kejadian tersebut akan terjadi di Indonesia.

Kekhawatiran ilmuwan Jepang terhadap Megathrust Nankai saat ini sama persis dengan apa yang dirasakan dan dialami oleh ilmuwan Indonesia. Kekhawatiran tersebut terutama ada pada Seismic Gap Megathrust Selat Sunda dengan kekuatan M8,7 dan Megathrust Mentawai-Suberut dengan kekuatan M8,9,” ungkap Daryono dalam keterangan tertulis.

Ia juga menambahkan bahwa dua megathrust tersebut bisa saja menghasikan gempa kapan saja karena sudah lebih dari dua ratusan tahun kedua wilayah belum terjadi gempa besar sehingga tinggal menunggu waktu saja.

Jadi, apa sih sebenarnya Gempa Megathrust itu?

Megathrust merupakan zona atau wilayah yang menjadi tempat bertemunya antar lempeng tektonik bumi yang bisa memicu terjadinya gempa dengan kekuatan besar hingga tsunami dan diprediksi dapat meledak secara berulang atau dengan jeda panjang.

Ketika salah satu lempeng tektonik bergerak dan menyusup di antara lempeng lainnya, gempa dengan magnitudo besar dapat terjadi dan menimbukan dampak luas di sekitar wilayah episentrumnya.

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017, Indonesia dikelilingi oleh 13 megathrust yang penyebaran utamanya berada di wilayang Pulau Sumatera dan Jawa.

Contoh terjadinya gempa megathrust di Indonesia yakni, gempa dengan kekuatan besar yang juga menimbulkan tsunami di wilayah Samudra Hindia pada tahun 2004 silam dan mengakibatkan kerusakan parah di beberapa negara sekitar Samudra Hindia.

Berdasarkan peristiwa tersebut, gempa megathrust merupakan salah satu gempa besar yang sulit untuk terdeteksi karena minimnya tanda-tanda yang dapat dirasakan sebelum peristiwa gempa terjadi.

Meski demikian, masih ada cara mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana seperti gempa megathrust apabila terjadi di masa depan.

Salah satu langkah mitigasi bencana yang dapat dilakukan yaitu melalui persiapan tas siaga bencana.

Dikutip dari akun instagram @bpbddkijakarta, Tas Siaga Bencana disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat sebelum datangnya bantuan dengan meletakannya di lokasi yang mudah dijangkau, misalnya di dekat pintu keluar.

Tas Siaga Bencana dapat diisi dengan barang atau keperluan penting seperti; dokumen, surat berharga, pakaian, perlengkapan P3K, makanan ringan yang tahan lama, powerbank, peralatan mandi, masker, hand sanitizer, uang tunai, alat bantu penerangan, air mineral, dan lain sebagainya.

Selain itu, bisa juga melalui instal aplikasi inaRISK dan info BMKG untuk selalu update mengenai kejadian bencana alam di sekitar kita. (mg2/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#gempa megathrust #tsunami #mitigasi bencana #BMKG #gemba bumi