RADARSEMARANG.ID - Survival atau bertahan hidup menjadi ilmu penting jika dalam kondisi yang darurat atau dalam kondisi tersesat.
Survivor dituntut untuk bisa memanfaatkan apa yang ada di sekitar untuk bertahan hidup. Baik untuk perlindungan ataupun pemenuhan logistik dan makanan.
Disamping itu, alam sudah menyediakan beragam hal yang bisa dimnafaatkan untuk pemenuhan logistik disaat kondisi darurat. Tinggal bagaimana seseorang bisa memilah dan memenejemen hal tersebut.
Berikut beberapa tanaman yang bisa digunakan untuk bertahan hidup dalam kondisi darurat.
1. Honje
Honje atau biasa dikenal dengan kecombrang adalah salah satu tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk bertahan hidup. Pasalnya bunga, buah, dan biji bisa dimanfaatkan terutama untuk bahan masakan.
Honje sendiri merupakan memiliki bentuk bunga yang berwarna merah. Biasanya yang digunakan untuk memasak adalah tanaman yang masih muda. Bahkan bisa dijadikan lalapan yang dicampurkan ke nasi.
Mengkonsumsi bunga honje sendiri bisa membantu mencegah dehidrasi karena kandungan airnya.
Untuk memakannya pun cukup mudah dengan cara dikupas. Karena biji honje mirip seperti delima dan memiliki rasa asam dan manis.
2. Murbei
Buah murbei atau juga dikenal dengan morus merupakan buah yang tumbuh di pohon murbei. Tidak hanya itu buah murbei sendiri ada beberapa jenisnya diantaranya Morus Alba (murbei putih), Morus Nigra (murbei hitam), dan Morus Rubra (murbei merah).
Murbei sendiri banyak dijumpai tumbuh di daerah ketinggian ataupun di gunung. Sehingga banyak dimanfaatkan oleh para pendaki saat kekurangan logistik.
Memiliki rasa asam dan manis, buah murbei bisa untuk mencegah dehidarasi dan menghilangkan sedikit dahaga.
Tidak hanya itu, buah murbei sendiri mengandung vitamin C, vitamin K, zat besi, kalsium, magnesium, dan berbagai senyawa antioksidan seperti resveratrol, flavonoid, dan anthocyanin.
Serta menyediakan banyak nutrisi penting untuk kesehatan tulang, darah, sistem kekebalan tubuh dan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
3. Cantigi
Tumbuhan cantigi bisa ditemukan di gunung ataupun hutan. Bahkan ia bisa hidup di ketinggian sekitar 1.000 MDPL.
Tumbuhan cantigi sendiri memiliki daun yang berwarna hijau tua dan merah. Daun yang berwarna merah berada di ujung tangkai dan bisa langsung dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu.
Tumbuhan dengan nama latin Vaccinium varingiaefolium ini dikenal dengan tumbuhan penjaga para pendaki.
Pasalnya ia bisa tumbuh di sepanjang jalur pendakian dan menyediakan cadangan makanan yang bisa membantu para pendaki. Mulai dari akar hingga buah bisa dimanfaatkan semuanya.
Akar cantigi yang kuat bisa dimanfaatkan untuk pegangan atau tumpuan para pendaki. Selain itu pohon cantigi juga bisa menjagmdi tempat untuk membuat bivak atau tenda sementara jika terjadi badai. Ditambah lagi dengan buah dan pucuk daun yang bisa dimakan bagi pendaki.
4. Alang-Alang
Alang-alang atau ilalang ternyata merupakan tumbuhan yang bisa dikonsumsi. Meski terlihat seperti rumput yang menjulang tinggi ada bagian yang bisa dimakan saat kondisi yang darurat.
Bagian bawah dekat akar ilalang atau alang-alang menjadi salah satu bagian yang bisa dimakan.
Dengan cara dikunyah sperti memakan tebu. Bagian bawah tersebut memiliki rasa yang manis yang bisa dijadikan pengganti zat gula.
TidaK hanya itu ilalang juga bisa dijadikan sebagai obat diare dan mimisan. Bahkan bagian akar biasanya digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai kondisi, mulai dari sakit gigi, nyeri perut, hingga panas dalam.
5. Jamur
Jamur merupakan sumber makanan yang paling banyak dijumpai di hutan maupun digunung.
Bahkan terdapat beberapa jamur yang memiliki banyak kandungan nutrisi didalamnya. Namun, sebelum mengkonsumsi jamur perlu diamati kembali apakah jamur tersebut beracun atau tidak.
Jamur yang beracun biasanya memiliki bau yang menyengat dan tidak sedap, memiliki warna yang mencolok, dan terdapat bintik-bintik diatasnya.
Beberapa jamur yang bisa ditemukan di hutan maupun di gunung yang bisa dikonsumsi diantaranya jamur kuping, jamur kancing, jamur tiram, jamur bulan, dan lainnya.
Selain itu cara juga terdapat beberapa cara pengolahan jamur-jamur tersebut yakni bisa ditumis, dipanggang, direbus, dibakar, ataupun dimakan langsung.
6. Semanggi
Tumbuhan dengan daun yang biasanya berdaun tiga atau empat ini bisa dimanfaatkan untuk survival atau bertahan hidup. Dimana tumbuhan semanggi sangat mudah ditemukan di daerah perkotaan maupun pedesaan.
Semanggi sendiri biasanya tumbuh di daerah yang lembab dan bisa ditemukan di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 3000 MDPL.
Daun muda semanggi bisa digunakan untuk bahan makan baik untuk dimakan langsung maupun diolah terlebih dahulu.
7. Ciplukan
Ciplukan atau Physalis Angulata ini memiliki bentuk yang cukup mudah dikenali karena buah ciplukan terbungkus oleh kelopak bunga saat matang. Buah ciplukan sendiri memiliki rasa agak sepat, asam, dan manis jika sudah matang.
Tidak hanya bisa dikonsumsi untuk bertahan hidup di alam, buah ciplukan juga bisa menjadi tanaman obat yang bermanfaat. Diantaranya bisa menyembuhkan penyakit jantung, obat asma, menurunkan demam, dan menurunkan tekanan darah tinggi.
8. Begonia
Tanaman begonia sangat akrab dengan para survivor karena banyak dimanfaatkan untuk bahan makanan. Biasanya digunakan oleh orang-orang yang tengah dalam kondisi darurat, sedang bertahan pada cuaca yang buruk, tersesat, bahkan kehabisan makanan.
Bagian tumbuhan begonia yang bisa dimakan adalah bagian batangnya dengan cara mengupasnya. Batang begonia sendiri memiliki rasa asam dan mengandung banyak air.
Selain menjadi tanaman hias, begonia juga berfungsi sebagai tanaman obat yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Diantaranya bisul, obat pusing, obat demam, dan penghilang dahak. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi