RADARSEMARANG.ID, Semarang - UT School resmi melaunching Office dan Facility barunya pada Kamis (2/5).
Bangunan baru tersebut diresmikan untuk mengakomodir siswa baru yang ingin mendalami dunia mekanik dan operator alat berat.
Peresmian dilakukan oleh Direktur United Tractors (UT) sekaligus Pembina dari YKBUT Edhie Sarwono, Direktur UT School Mochammad Hamdan Aziz, dan Dirjen PendidikanVokasi RI 2020-2022 sekaligus Advisor Sekolah Binaan UT (SOBAT) Wikan Sakarinto.
Sebelumnya juga secara simbolis dilakukan penanaman pohon tepat didepan gedung baru.
Peresmian tersebut juga dihadiri para civitas akademika yang merupakan anggota dari SOBAT di daerah Jawa tengah dan Yogyakarta.
Diantaranya Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Serta 15 sekolah kejuruan dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah.
Peresmian tersebut sengaja dilakukan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Langkah ini merupakan upaya UT dan YKBUT dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber dayamanusia di Indonesia.
Direktur UT School Mochammad Hamdan Aziz mengungkapkan, bangunan yang baru diresmikan itu memuat fasilitas dan ruang pembelajaran yang memadai dan modern.
Ia memastikan, Office dan Facility di UT School Semarang merupakan terbesar kedua dari 22 Office dan Facility di seluruh Indonesia.
"Karena hanya satu-satunya tempat yang memiliki lahan untuk operation atau training operator. Jadi di sini nanti ada simulasi tambang kecil yang mana siswa nanti bisa mengoperasikan alat berat berupa excavator, bulldozer, dan dump truck," kepada Jawa Pos Radar Semarang usai Grand Launching Office dan Facility di PT United Tractors Tbk Cabang Semarang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
Untuk memberikan pembelajaran yang progresif dan berkualitas, pihaknya menggunakan e-learning management system.
Memungkinkan setiap siswa dibekali tab untuk membaca materi, mengevaluasi, dan memuat animasi yang memudahkan proses pembelajaran.
"Kita berupaya terus untuk memodernisasi dan memanfaatkan teknologi. Supaya metodologi dalam pembelajaran di kelas bisa kita optimalkan sehingga lebih efektif dan efisien," terang Aziz.
Dijelaskan, selama ini pihaknya melakukan penjaringan siswa yang terkonsentrasi di wilayah Jawa Tengah (Semarang) dan Jawa Timur (Surabaya). Sebagian siswa juga di alihkan ke Jakarta lantaran kapasitasnya yang masih terbatas.
Dengan adanya gedung baru di Semarang, tentu dapat mengakomodir siswa di wilayah Jawa Tengah yang sebelumnya dikonsentrasikan ke Jakarta.
"Kalau dihitung ada 241 sekolah binaan di Jawa tengah yang sebelumnya memang sebagian kita alihkan ke Jakarta," ujarnya
Sebelumnya, lanjut Aziz, kapasitas kelas di UT School Semarang hanya dua kelas mekanik dan satu kelas operator.
Adanya gedung baru ini ada penambahan satu kelas mekanik untuk memperbanyak kesempatan bagi teman-teman di Jawa tengah belajar di UT School.
Nantinya, siswa yang lulus setara dengan D1 yang siap terjun ke Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).
"Meskipun ada beberapa sekolah alat berat tapi untuk bisa memenuhi kebutuhan di industri harus diberikan tambahan pengetahuan," jelasnya.
Ia menambahkan, UT School memiliki program tambahan knowledge satu tahun. Para siswa akan menjalani in class training (teori dan praktek) selama tiga bulan.
Setelah itu dilanjutkan unjuk training selama lebih dari delapan bulan yang saat ini terdapat 50-an lebih titik job site seluruh Indonesia siap menampung.
"Itu menjadi tempat belajar mereka untuk mendapatkan pengalaman riil di lapangan. Merasakan kerja sesungguhnya alat berat di industri," jelas Aziz.
Saat ini, lanjutnya, sudah ada 7600-an lulusan UT School yang mengikuti program reguler satu tahun. Secara keseluruhan siswa bersama customer sudah ada 38.000 siswa.
"Daya tampung di UT School Semarang sendiri setiap tahun dapat menerima tiga batch. Masing-masing batch terdiri dari 72 siswa," pungkasnya.(mia/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi