RADARSEMARANG.ID - Belum lama ini, warga Kota Semarang dikejutkan dengan kemunculan seekor hiu paus di pesisir laut Jawa Tengah.
Kemunculan ikan hiu paus tersebut diketahui tak sengaja oleh penikmat Jetski yang sedang melakukan riding di pesisir perairan tersebut.
Berdasarkan informasi sebelumnya, hius paus merupakan spesies yang dikenal jinak kepada manusia dan hewan laut lainnya.
Namun demikian, hiu paus tergolong sebagai ikan terbesar yang hidup di laut, dengan panjang rata-rata sekitar 9,7 meter dan berat sekitar 9 ton.
Menurut catatan laman wikipedia, ikan ini memiliki pola kulit yang unik, dengan bintik-bintik putih atau kuning di atas tubuh berwarna biru keabu-abuan.
Hiu paus atau Whale Shark tersebut memakan plankton dan ikan kecil dengan cara menyaring air laut melalui mulutnya yang lebar.
Ikan hiu paus sering ditemukan di perairan tropis dan subtropis di seluruh dunia, terutama dekat pantai.
Selain itu, species tersbut juga dapat muncul di sekitar pulau-pulau yang terdapat banyak plankton dan ikan kecil.
Hiu paus sangat jinak dan tidak berbahaya bagi manusia, bahkan sering kali terlihat bersahabat dengan penyelam dan wisatawan di perairan laut.
Di Indonesia, ada beberapa tempat yang terkenal sebagai lokasi untuk berinteraksi dengan hiu paus, seperti Whale Shark Botubarani di Gorontalo dan Teluk Saleh di Sumbawa.
Meski demikian, hiu paus merupakan salah satu spesies yang terancam punah yang disebabkan oleh perburuan liar, perubahan iklim, pencemaran, dan hilangnya habitat.
Dikutip dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk melindungi kelestarian ikan tersebut, pemerintah Indonesia telah menetapkan hiu paus sebagai jenis yang dilindungi penuh.
Ketetapan perlindungan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 20133.
Itu artinya, perlindungan dilakukan terhadap seluruh siklus hidup dan bagian tubuh hiu paus, termasuk telur, cangkang, dan produk turunannya.
Selain itu, pemerintah juga melakukan berbagai upaya konservasi, seperti pemantauan, penelitian, edukasi, dan pengembangan ekowisata.
Beberapa lokasi yang menjadi pusat konservasi hiu paus di Indonesia adalah Perairan Teluk Cenderawasih Papua, Talisayan Kalimantan Timur, Probolinggo Jawa Timur, dan Botubarani Gorontalo.
Dengan adanya upaya pelestarian hiu paus, diharapkan populasi hiu paus dapat bertahan dan berkembang di alam.
Selain itu juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat dan lingkungan.
Editor : Baskoro Septiadi