Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tanamkan Budaya Minat Baca Generasi Muda di Era Digital, Impian Anak Petani ini Sukses Mencapainya

Aris Hariyanto • Sabtu, 2 Desember 2023 | 21:21 WIB
Talkshow duta baca Indonesia di Rumah Dunia
Talkshow duta baca Indonesia di Rumah Dunia

RADARSEMARANG.ID, - Menanamkan minat baca pada generasi penerus bangsa, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau daerah, tetapi juga memerlukan dukungan dari semua pihak, termasuk partisipasi dari seluruh elemen masyarakat.

Muhammad Syarif Bando, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), menekankan pentingnya kerja sama dari semua pihak dalam upaya mempercepat budaya minat baca di Indonesia.

Hal tersebut ia sampaikan pada pidatonya di acara talkshow Duta Baca Indonesia di Rumah Dunia pada Selasa (28/11/) yang dikutip dari perpusnas.go.id.

Syarif mengatakan, “Tidak hanya menjadi tugas pemerintah pusat maupun daerah, mencerdaskan anak bangsa merupakan tugas bersama”.

“Saya mengagumi Rumah Dunia karena kepeduliannya terhadap masyarakat yang mungkin tidak mampu menempuh pendidikan tinggi, di sini mereka bisa mendapatkan banyak ilmu melalui ragam aktivitas,” imbuhnya.

Meskipun tantangan yang dihadapi di era digital semakin berat, Syarif Bando menegaskan bahwa keberadaan Perpusnas dan Rumah Dunia dapat memberikan masa depan yang cerah bagi masyarakat.

Presiden Rumah Dunia, Abdul Salam HS, mengonfirmasi ceritanya benar, bahwa dia sebenarnya adalah seorang anak yang tidak memiliki impian karena kedua orang tuanya adalah petani.

“Dulu mungkin saya tidak punya impian karena bapak dan ibu saya petani. Namun kemudian mindset saya berubah bahwa apabila anak petani bersinggungan dengan buku dan Rumah Dunia, pasti ada impian yang bisa dicapai,” kisahnya.

Abdul menyatakan bahwa, program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang dilakukan oleh Perpusnas telah memberikan kesempatan yang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Selanjutnya, Pustawakan Ahli Utama Perpusnas, Nelwaty mengungkapkan cara yang dilakukan Perpusnas dalam mengembangkan budaya baca.

Upaya itu dilakukan dengan memberikan bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Subbidang Perpustakaan untuk 6 menu.

Adapun enam menu tersebut antara lain pembangunan gedung, perluasan, renovasi, perangkat TIK, koleksi, dan perabot.

“Bukan hanya itu saja, kami juga mengadakan bimtek, SPPTIK (Strategi Pengembangan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi), peer learning meeting, stakeholders meeting, dan lainnya,” katanya.

Menurut penjelasan dari Evi Syaefudin, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten, ada perbedaan yang signifikan antara jumlah buku saat ini dengan sebelumnya.

Selanjutnya ia menerangkan bahwa, “Untuk lebih mendekatkan masyarakat kepada buku, kami juga menyediakan layanan mobile dengan menggunakan tujuh mobil perpustakaan keliling”.

Editor : Agus AP
#PERPUSTAKAAN #DAK #BUDAYA #Duta Baca Indonesia #Perpusnas #Teknologi Informasi