Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Benarkah Sedang Terjadi Krisis ISBN di Indonesia? Pahami dulu Pengertiannya di Sini

Aris Hariyanto • Jumat, 1 Desember 2023 | 01:47 WIB
Ilustrasi seorang wanita sedang membaca literasi buku tentang krisis ISBN
Ilustrasi seorang wanita sedang membaca literasi buku tentang krisis ISBN

RADARSEMARANG.ID, - Media sosial X (twitter) belum lama ini kembali ramai membicarakan tentang krisis ISBN di Indonesia.

Banyak orang membicarakan tentang krisis ISBN karena kedapatan seorang pengguna X yang ingin menerbitkan novel berdasarkan kisah cinta dalam perjalanan hidupnya.

Beberapa pengguna di media X mengeluhkan tentang krisis ISBN yang diduga sedang dialami Indonesia.

Dari akun media X @SimplyRaka mengatakan, “Tadi sempet baca, ada yg sebut krisis ISBN gara-gara banyak bgt publikasi gak mutu”.

“Ga cuma dari publikasi populer kek novel, tapi juga dari publikasi akademik. Dikit-dikit wajib ISBN, sampe Indonesia kena semprit”. Ungkapnya.

“Krisis ISBN ini juga konon dipengaruhi oleh terbitan-terbitan para dosen/akademisi yang banyak tapi nggak jelas juga kemudian nasibnya,” tulis akun @meutiafaradilla.

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan ISBN ?

Menurut laman Perpustakaan Nasional RI, ISBN (International Standard Book Number) merupakan kode unik yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah buku.

Identifikasi yang terdapat dalam kode ISBN tersebut meliputi; Informasi mengenai judul, penerbit, dan kelompok penerbit.

Selanjutnya, Kode ISBN terdiri dari 13 digit angka yang berfungsi sebagai identifikasi untuk satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit.

Oleh karena itu, setiap buku akan memiliki nomor ISBN yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Diketahui sebelumnya, Badan Internasional ISBN yang berkedudukan di London memberikan ISBN kepada penerbit di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Selanjutnya, melalui Perpustakaan Nasional RI adalah Badan Nasional ISBN yang bertanggung jawab memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia.

Perpustakaan Nasional RI juga memiliki fungsi memberikan informasi, bimbingan, dan penerapan pencantuman ISBN serta KDT (Katalog Dalam Terbitan).

KDT merupakan deskripsi bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data yang diberikan oleh penerbit dan dicantumkan di halaman balik judul sebagai kelengkapan penerbitan.

Sementara itu, dikutip dari laman uns-press.online, mereka merespon krisis ISBN di Indonesia menyebabkan penerbitan ISBN terkendala dan terkesan lama.

Hal tersebut tidak hanya terjadi pada penerbit di perguruan tinggi saja, tetapi dampaknya bisa dipastikan ke semua penerbit diseluruh Indonesia.

Nomor ISBN diberikan oleh Badan Internasional ISBN yang berkedudukan di London.

Sementara di Indonesia, Perpustakaan Nasional RI menjadi Badan Nasional ISBN yang berhak memberikan ISBN kepada penerbit di Indonesia dan Katalog Dalam Terbitan (KDT).

Editor : Agus AP
#penerbit #KDT #isbn #BUKU #krisis