RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) menggelar Konferensi Berkelanjutan. Kegiatan tersebut berupaya mendukung penguatan kinerja keberlanjutan dan ketahanan bisnis bagi para pemangku kepentingan baik di Indonesia maupun di tingkat global.
Konferensi The 8th Sustainability Practitioner Conference (SPC) atau International Conference on Sustainability and Governance (ICSG) itu mengusung tajuk 'Sustainable Performance and Business Resilience: Navigating the Path to Success'. Dilaksanakan secara daring bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP) dan National Center for Corporate Reporting (NCCR).
Konferensi Keberlanjutan ini akan mempublikasikan prosiding yang merangkum 35 gagasan baru mengenai isu keberlanjutan. Tiga paper terbaik diantaranya karya Amirah Arifah Khasanah dan Sugiyarti Fatma Laelab dengan judul 'Effect of Green Accounting Practice on Maqashid Sharia Performance in Islamic Banks'.
Lalu karya Nur Etika Rokhmah dan Agung Juliarto yang mengusung 'The Influence of International Operations, Environmental Certification, and Corporate Governance on Environmental Disclosures in Nonfinancial Companies Sustainability Reports'. Terakhir paper Reza Ardiana dan Aflit Nuryulia Praswati berjudul Green Buying Intention on TPB’s And the Decision’s Making Process'.
Ketua Dewan Pengurus dan Direktur Eksekutif NCCR, Ali Darwin menuturkan, aspek keberlanjutan dan tata kelola perlu diperhatikan untuk melahirkan bisnis yang tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan ketidakpastian di tingkat global.
Ia menyarankan agar pemangku kepentingan terlibat dalam mengintegrasikan empat langkah penting. Diantaranya mendefinisikan visi dan strategi yang jelas, melahirkan inovasi, melibatkan para pemangku kepentingan, serta mengukur dan melaporkan kemajuan.
“Bisnis yang berkelanjutan adalah bisnis yang dapat memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Bisnis yang tangguh adalah bisnis yang mampu bertahan dan bangkit kembali dari guncangan dan gangguan,” jelas Ali.
Ketua Dewan Pengurus ICSP Prof. Dr. Sylvia Veronica N. P. Siregar berharap konferensi ini melahirkan diskusi dinamis antara para akademisi, pakar industri, praktisi keberlanjutan, dan profesional terkait keberlanjutan, kinerja, dan ketahanan bisnis.
"Semoga melahirkan bermacam gagasan baru dalam isu keberlanjutan dan penguatan bisnis," tandasnya.
Senada, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undip Suharnomo menekankan bahwa tata kelola merupakan tulang punggung organisasi masyarakat yang memainkan peran penting dalam membentuk arah masa depan.
“Di era interkonektivitas dan saling ketergantungan ini, tata kelola yang efektif tidak dapat dipisahkan dari praktik-praktik berkelanjutan, dan bersama-sama membentuk fondasi, di mana kita dapat membangun masa depan yang tangguh dan masa depan yang tangguh dan adil,” ucap Suharnomo.
Untuk masa depan tangguh dan dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/ SDGs), diperlukan partisipasi dan keterlibatan dari beberapa pemangku kepentingan.
Dari sisi Pemerintahan dan Parlemen diperlukan adanya penetapan indikator dalam setiap target, pengembangan kebijakan, regulasi dan penyelarasan program, penyiapan data dan informasi, diseminasi, komunikasi dan advokasi, pemantauan dan evaluasi, serta pendanaan.
Kemudian dari filantropis dan bisnis diperlukan adanya advokasi pelaku usaha, pemfasilitasi program kepada pelaku usaha, peningkatan kapasitas serta dukungan pendanaan.
"Dukungan kami berupa peningkatan kapasitas melalui kegiatan lokakarya instrumentasi dan kegiatan standarisasi pengukuran implementasi SDGs di Jawa Tengah, sebagai pemantau dan evaluasi serta riset dalam pengembangan kebijakan," imbuh Suharnomo.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan bahwa keterlibatan Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Media juga dibutuhkan dalam tahapan diseminasi dan advokasi pada masyarakat. Utamanya memfasilitasi program di lapangan, membangun pemahaman publik tentang TPB/ SDGs serta sebagai pemantauan pelaksanaan program.
Pada konferensi keberlanjutan turut bergabung Prof. Haruni Krisnawati selaku Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia sebagai Keynote Speaker.
Selain itu terdapat 4 (empat) Narasumber lainnya yang memberikan materi secara panel yakni Puji Harto, S.E., Akt., M.Si., Ph.D. selaku Dosen FEB Undip; Prof. Khaleed Hussaeiny selaku Profesor di bidang Akuntansi, dari Universitas Portsmouth; serta Prof. Faisal, Ph.D selaku Profesor di bidang Akuntansi Keberlanjutan Undip. (mia/web/ap)
Editor : Agus AP