RADARSEMARANG.ID – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Solo Wahyu Dian Silviani, 34, yang ditemukan meninggal dengan tanda-tanda kekerasan di rumah tetangganya.
Wahyu Dian Silviani dikenal sebagai sosok dosen penuh prestasi.
Bahkan, saat ini korban tengah mempersiapkan ujian tahap akhir wawancara beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ke luar negeri.
Baca Juga: Gegerkan Warga Graha Sejahtera Sukoharjo, Dosen FEBI UIN Raden Mas Said Solo Ditemukan Meninggal
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Solo Rahmawan Arifin tak menduga jika dosen perempuan yang sangat berprestasi itu ditemukan meninggal dengan kondisi tak wajar.
Apalagi, Wahyu Dian Silviani tengah persiapkan diri untuk bisa melanjutkan studi ke luar negeri.
Dikatakan Rahmawan, korban merupakan dosen muda berprestasi yang mengampu mata kuliah pada program studi ilmu lingkungan.
Namun, dalam dua tahun terakhir masih ditempatkan di FEBI untuk mengajar beberapa mata kuliah terkait ilmu ekonomi.
“Beliau ini dosen yang memiliki prestasi akademik bagus, alumni kampus Australia dan tahun ini akan melanjutkan kuliah dengan beasiswa LPDP di luar negeri,” ucap Rahmawan, Kamis (24/8).
Lebih lanjut dia menceritakan, belum lama ini Wahyu Dian Silviani menyampaikan akan mengikuti ujian wawancara tahap terakhir untuk beasiswa luar negerinya pada Jumat (25/8).
Wahyu Dian sebelumnya juga mendapatkan nilai pendampingan bahasa asing tertinggi.
“Jadi memang beliau ini benar-benar sosok akademisi yang bagus di tempat kami,” jelasnya.
Bahkan selain bidang akademik, Rahmawan menambahkan, korban juga sering membantu di bidang nonakademik.
Seperti kegiatan konferensi internasional, serta aktif di kegiatan seminar internasional.
“Jadi beliau mumpuni di bidang akademik. Dan aktif membantu kegiatan kampus yang bersifat nonakademik,” ungkapnya.
Dengan kejadian tersebut, dekan FEBI UIN Raden Mas Said itu mengatakan sangat merasa kehilangan sosok dosen muda yang kompeten.
Sebelumnya, warga Perumahan Graha Sejahtera, Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Seukoharjo digemparkan dengan penemuan mayat perempuan, Kamis (24/9).
Korban yang diketahui merupakan dosen UIN Raden Mas Said Solo itu ditemukan meninggal dalam kondisi tak wajar.
Sebab, pada tubuhnya ditemukan banyak bercak darah dan tanda-tanda penganiayaan.
Bahkan, saat ditemukan di rumah kosong milik tetangganya, posisi tubuh korban berada di lantai tertutup kasur dengan banyak bercak darah. (ian/mg8/ria)
Editor : Agus AP