RADARSEMARANG.ID - Tanggung jawab seorang guru sebagai pendidik tidak sebatas mengajar di kelas saja.
Tapi bisa memotivasi dan menginspirasi para siswanya untuk semangat belajar dan berperilaku baik.
Itulah prinsip dipegang erat Nur Rakhmat, Kepala SDN Tugurejo 02, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Hal itulah yang juga tularkan dan pesankan kepada para guru-guru di SDN Tugurejo 02.
Menurutnya, seorang guru harus bisa melihat potensi dan kelemahan anak didiknya. Sehingga, guru bisa bijaksana dan tidak pernah mengatakan seorang anak bodoh.
Lulusan S2 Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu, mengaku totalitas dalam mengemban tugas sebagai pendidik. Sehingga para siswa diarahkan tidak hanya bidang akademik saja, tetapi non akademik.
“Kami juga melibatkan orang tua siswa untuk membuat kesepakatan dalam hal kemajuan akademik maupun non akademik,” tuturnya.
Bahkan ia membuat program membuat buku jagoanku dengan orang tua siswa. Buku tersebut berisi tentang kebiasaan anak mereka selama di rumah.
Hal ini untuk mengetahui potensi sekaligus kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran.
Ia aktif mendorong siswa untuk mengikuti berbagai lomba. Baik perlombaan akademik yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah, maupun non akademik yang berkaitan dengan bakat dan minat siswa.
“Sehingga terwujud siswa berprestasi, berkarakter, kreatif, berwawasan lingkungan berlandaskan Profil Pelajar Pancasila,” tegasnya.
Sebagai seorang kepala sekolah ia juga terus senantiasa belajar. Yakni dengan membekali diri dengan berbagai pendidikan dan pelatihan. Selain itu terlibat aktif dalam penelitian berkaitan dengan pendidikan.
“Saya lulusan S2 Unnes yang senang dengan ranah literasi, kebetulan saya menulis secara aktif sejak 2014. Saya menyalurkan bakat kepenulisan di berbagai media massa, lokal maupun nasional,” tuturnya.
Nur Rakhmat juga menulis buku, karya sastra dan artikel. Seperti kumpulan puisi, cerpen dan sebagainya.
“Saya punya motto mari saling memotivasi dan menginspirasi demi kebaikan bersama. Sehingga kami di SD Tugurejo 02 ini saling mengingatkan satu sama lain,” paparnya.
Nur Rakhmad juga aktif sebagai fasilitator (guru penggerak) angkatan 15. Pernah juga menjadi pengajar praktik guru pamong Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Selain itu jadi guru motivator literasi dan aktif menjadi praktisi pengajar yang biasa dilakukan di tiap kampus.
“Maka dari itu, para siswa di sini saya aktifkan kegiatan ke penulisannya. Kami berikan apresiasi karyanya melalui mading (majalah dinding, Red)," akunya.
Ia berharap dengan upaya, para siswanya bukan hanya jadi anak yang cerdas secara kognitif, tetapi juga spiritual.
Sebab inti pendidikan bukanlah pada kecerdasan melainkan kebaikan dan kecerdasan akhlak atau adab.
“Makanya saya juga mewajibkan setiap kelas ada kegiatan mengajinya,” imbuhnya. (mg1/mg4/bud)
Editor : Baskoro Septiadi