RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Pendidikan di Sekolah Menengah Pertama merupakan fase yang sangat krusial. Pengalaman di SMP akan menjadi kenangan pada 20 atau 30 tahun yang akan datang.
Pj Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, berpesan supaya peserta didik tidak hanya fokus pada pendidikan akademis. Tetapi juga pendidikan karakter, terutama terkait adab kepada orang tua dan orang yang lebih tua.
“Saya tegaskan adab, sopan santun, perilaku jauh lebih utama dan mulia daripada ilmu. Kalau cuma sekedar ilmu, iblis juga berilmu. Kalau cuma sekedar pintar, iblis dan setan lebih pintar. Tapi iblis dan setan tidak punya adab. Camkan,” tegas Sinoeng.
Di hadapan 352 siswa SMP Muhammadiyah Plus Salatiga pada acara Forum Taaruf Siswa (Fortasi) Kelas 7 Senin (17/7), kemarin.
Sinoeng N Rachmadi meninjau kesiapan sekolah sekaligus menjadi pembina pada Upacara Bendera pertama tahun ajaran baru di SMPN 5 Salatiga.
Dalam upacara secara simbolis dilakukan penyerahan siswa baru dari perwakilan orang tua siswa kepada pihak sekolah yang diterima Kepala Sekolah SMPN 5 Salatiga, Muhamad Nurul Huda.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Kota salatiga, Sutomo, mengungkapkan Fortasi merupakan Masa Pengenalan Lingkungan Siswa (MPLS) yang diterapkan di lingkungan SMP Muhammadiyah Plus.
Fortasi berlangsung dua hari untuk menyambut 142 siswa/siswi kelas 7 SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga.
"Fortasi membekali anak didik dalam adaptasi lingkungan sekolah dan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama belajar di SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga," katanya.
Penjabat Wali Kota saat memberikan pengarahan kepada siswa baru menyampaikan perlunya keberanian dalam mengambil keputusan, menyampaikan pendapat, dan tidak takut untuk salah.
Pihak sekolah diharapkannya memberikan ruang-ruang kepada siswa untuk dapat menyampaikan pendapat, dan dalam menyampaikan pendapat harus tetap dalam koridor keadaban dan kesopanan. (sas/fth)
Editor : Agus AP