Sehingga tidak bisa diverifikasi untuk ikut zonasi. Saat akan verifikasi harus minta konfirmasi ke Dispendukcapil. Padahal tidak sehari langsung jadi. Harus menunggu besuknya atau lusa.
“Permasalahannya itu KK. Karena KK kurang satu tahun tidak bisa diverifikasi untuk ikut zonasi. Maka, kalau memang di verifikasi ikutnya luar zona atau jalur prestasi. Kadang dengan KK yang sudah dimiliki kepinginnya ikutnya zonasi, nah itu kadang yang menjadi permasalahannya di situ,” terang Waka Kesiswaan SMA N 3 Semarang Endang Widyastuti, Kamis (22/6).
Calon peserta didik sering salah input data. Belum lagi NIK dipakai orang lain. Tak jarang pihak sekolah membantu membatalkan akun. Dan peserta didik pun diminta membuat akun baru. Pihaknya menyebut jumlah CPD (calon peserta didik) yang datang untuk mendaftar mulai menurun. Terpada pada hari ketiga dengan jumlah 280.
“Yang terbanyak itu hari ketiga sampai 280, dan hari keempat 225 CPD, hari ini ini hanya satu, dua CPD yang datang,” imbuhnya.
Endang mengaku, di hari terakhir pendaftaran dan verifikasi akan banyak siswa yang melakukan perpindahan sekolah. Misalnya dari SMA ke SMK dan sebaliknya.
Menurutnya siswa yang mendaftar SMA di hari pertama dan namanya tidak muncul akan pindah ke SMK. Sehingga mereka harus mengunggah surat kesehatan.
“Nah, itu yang kita antisipasi. Karena kalau dari SMA ke SMK itu kan harus mengunggah surat keterangan sehat juga. Sedangkan dari SMK ke SMA lebih enak, karena sudah mengunggah surat kesehatan tapi di SMA tidak dibutuhkan,” akunya.
Sebagai informasi, sampai Kamis, (22/6) jumlah CPD yang datang langsung ke SMA N 3 Semarang sudah lebih dari 800 orang. Sementara untuk kuota yang dibuka adalah 12 rombongan belajar (rombel) atau sekitar 408 siswa. (kap/zal) Editor : Agus AP