Jika sebelumnya hanya piagam prestasi berjenjang saja yang diakui, maka pada PPDB tahun ini diperluas menjadi semua piagam prestasi yang didapat dari lembaga kredibel bisa untuk menambah poin.
Kabid SMP Disdik Surakarta sekaligus Koordinator PPDB Abi Satoto menjelaskan, penerimaan siswa baru dari jalur prestasi akan menerapkan skala prioritas.
Artinya, calon siswa baru yang memiliki prestasi tingkat internasional dan nasional tentu saja memiliki peluang yang lebih besar lolos seleksi dibandingkan mereka yang hanya memiliki prestasi tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
Selain itu, calon siswa baru yang diterima lewat jalur prestasi juga disesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi sekolah.
“Kalau jalur prestasi calon peserta didik mengunggah sertifikat yang mereka miliki kemudian diverifikasi oleh tim,” ujarnya, Jumat (5/5/2023).
Adapun piagam sertifikat yang diakui oleh disdik dalam jalur PPDB prestasi yakni, sertifikat atau piagam juara peringkat 1, 2 dan 3, piagam penghargan berjenjang maupun tidak berjenjang, yang diselenggarakan oleh instansi kedinasan atau induk organisasi resmi.
Piagam kejuaraan tingkat kota/kabupaten sampai internasional dan kejuaraan yang direkomendasikan lembaga dinas/induk resmi terkait.
“Kalau dulu yang boleh hanya sertifikat atau piagam berjenjang saja, khusus tahun ini boleh piagam tidak berjenjang. Tetapi, lomba tersebut yang mengadakan dari lembaga yang kredibel. Misal pemerintah daerah atau dispora. Tapi kalau yang mengadakan dari organisasi yang tidak ada hubungannya ya tidak boleh,” ungkapnya.
Adapun prestasi lomba yang tidak diakui dalam PPDB, di antaranya, kejuaraan yang sifatnya pertunjukan atau pameran atau uji coba.
Tidak direkomendasikan lembaga, dinas, atau induk organisasi resmi yang bersangkutan. Dalam seleksi jalur prestasi tidak diberi pemisahan antara kejuaran yang perorangan maupun beregu.
“Pada jalur ini calon siswa baru juga hanya perlu memasukkan sertifikat atau piagam kejuaraan yang tertinggi saja yang mereka miliki,” tandasnya. (ian/bun/dam) Editor : Agus AP