Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sambut Siswa Baru, SLB YPAC Gelar Pertunjukan Seni

Agus AP • Selasa, 12 Juli 2022 | 17:42 WIB
Ratusan siswa berkebutuhan khusus SLB YPAC yang didampingi orang tua masing-masing sangat antusias menikmati rebana dan nyanyian religi yang ditampilkan oleh siswa SLB Senin (11/7). (NUR CHAMIM/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ratusan siswa berkebutuhan khusus SLB YPAC yang didampingi orang tua masing-masing sangat antusias menikmati rebana dan nyanyian religi yang ditampilkan oleh siswa SLB Senin (11/7). (NUR CHAMIM/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ratusan siswa berkebutuhan khusus yang didampingi orang tua masing-masing sangat antusias menikmati rebana dan nyanyian religi yang ditampilkan oleh siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) C-D Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semarang Senin (11/7).

Acara tersebut sengaj digelar untuk menyambut kedatangan siswa baru pada tahun ajaran baru 2022 sekaligus perayaan Idul Adha.

Kegiatan tersebut diikuti siswa dari jenjang SD hingga SMA. Selanjutnya mereka akan mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga tigak hari ke depan sampai 13 Juli 2022.

Sri Anisa yang mengantar anaknya Diah Rizki Safitri mengungkapkan, anaknya berusia tujuh tahun itu mengalami Delay Speaking (DS). Selain itu, ia menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut lantaran tidak diterima di SD negeri. "Di sini juga fasilitasnya baik dan bisa menerima Diah," ujar warga Muktiharjo Kidul.

Rina Mujiwati, 45, asal Bandung Barat memilih menyekolahkan anaknya Fit Muhammad Syakif yang berusia 17 tahun di SLB. Sebelumnya ia melakukan survei di tiga SLB, Fit memilih di SLB YPAC tersebut. "Ini masuk SMA kelas 2, karena ikut dengan ayahnya pindah tugas di Politeknik PU. Di sini lebih berkembang lagi untuk atlet renangnya,” katanya.

Sementara itu, di dalam ruangan, seorang kakek tengah mengajari cucunya mewarnai. Adalah Edi Prasojo, ia mendampingi cucunya Habiburrahman bersekolah di SLB YPAC.

Habib mengaku sudah tiga kali ditolak di SLB tersebut, karena takut jika ganti orang atau pembimbing. Tiga tahun tidak sekolah karena melakukan terapi. "Anak ini ditinggal orang tuanya kerja. Saya yang mengasuh," ujarnya.

Kepala SLB C-D YPAC Kota Semarang, Tugimin, menjelaskan ada 28 siswa baru. "Karena kemarin ada 16 siswa dari SD ke SMP, dan 14 siswa SMP ke SMA yang ujian dan SMA meluluskan 24 siswa," ujarnya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat mendaftarakan anaknya ke SLB saat ini lebih besar dari pada tahun lalu. "Anak-anak berkebutuhan khusus bisa dididik di sekolah formal, karena ada 17 SLB di Kota Semarang," harapnya.

Hari pertama MPLS, katanya, dengan memperingati Idul Adha. Diisi dengan kegiatan gotong royong dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Ada rebana, nyanyi, band, menggambar, ada ibu guru yang ceramah, dan nanti membagikan daging kurban atas bantuan Dinsos," ujarnya.

Hari kedua kami pembagian kelas. Hari ketiga ada pengenalan program sekolah. "Karena programnya ada Rabu Ceria, Jumat Bersih, ada ekstrakurikuler rebana, puisi, gitar, biola, organ, pramuka, dan olah raga. Sehingga skill siswa bisa terakomodasi dan bisa berprestasi," ujarnya.

Saat ini, jumlah siswa seluruhnya berjumlah 192 dari 39 rombongan belajar (rombel) tingkat SD hingga SMA. Ada yang dari Semarang, Demak, Ungaran, bahkan Bandung. "Tidak menutup kemungkinan jumlah siswa bertambah," jelasnya. (fgr/ida) Editor : Agus AP
#YPAC #SLB