Tak hanya di Kota Semarang, kegiatan ini dilakukan serentak di sepuluh kota di Indonesia. Seperti Jakarta, Bali, Surabaya, Nias, Medan, dan lainnya. “Kami berupaya membangun karakter anak-anak melalui mendongeng. Dengan mendongeng, mereka bisa mengetahui karakter baik itu seperti apa," kata Koordinator Yayasan Hope Indonesia Kota Semarang Desi Natalia Kilanmase,
Di Kota Semarang, pihaknya menggandeng YPAC Kota Semarang hampir tujuh tahun. Sebanyak 30 siswa lulus kursus komputer. Salah satu siswa Terampil Digital, Christina Angelina, 20, menjelaskan ia mengidap Cerebal Valsi dari lahir. Sudah 14 tahun ia bersekolah di YPAC.
Saat ini ia sudah menguasai microsoft office. Saat ini ia menjadi relawan terampil digital. Selain itu, ia membantu ibu-ibu yang sedang belajar komputer. "Saya senang banget, banyak teman dan pengalamannya juga banyak yakni menularkan ilmu," katanya.
Kepala Sekolah YPAC SLB Kota Semarang, Tugimin, menjelaskan setiap Sabtu sebagian anak antusias mengikuti kegiatan. "Mereka senang, suka, menyenangkan, dan nyaman. Jadi apa yang diharapkan pemerintah, kami salurkan sehingga pelajaran dapat," katanya.
Diakuinya, terdapat dua siswa meraih juara beregu se-Asia di India katagori IT. "Yang olah raga juga banyak. Kami menyiapkan Pesonas 3 sampai 5 Juli (Pekan Spesialis Olimpik). Kami akan mengirimkan," katanya. (fgr/ida) Editor : Agus AP