Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pandemi, Sekolah Bebas Menggelar PAS

Agus AP • Rabu, 1 Desember 2021 | 13:40 WIB
LIHAT PROYEK : Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri beserta anggota dewan lainnya melihat perkembangan proyek tol Semarang-Demak. (DOKUMEN HUMAS DPRD JATENG)
LIHAT PROYEK : Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri beserta anggota dewan lainnya melihat perkembangan proyek tol Semarang-Demak. (DOKUMEN HUMAS DPRD JATENG)
RADARSEMARANG.ID, UNGARAN – Sebanyak 600 sekolah SD dan SMP di Kabupaten Semarang mulai mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) mulai Senin (29/11) sampai Senin (20/12) mendatang. Sekolah diberikan kebebasan terkait waktu yang akan digunakan menggelar PAS. Yang terpenting waktu yang diberikan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Kami berikan kebebasan kepada sekolah SD maupun SMP. Senyamannya sekolah. Tapi tetap protokol kesehatan diterapkan. Kita juga monitoring lewat pengawasan masing-masing," kata Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo Priyatmo saat meninjau pelaksanaan PAS di SMPN 1 Jambu, Selasa (30/11).

Ia menambahkan, ini kali pertama PAS dilakukan serentak di masa pandemi. Di semester sebelumnya hanya sekolah negeri yang memiliki zona hijau yang boleh menggelar PAS. Di Kabupaten Semarang ada 101 SMP dengan 52 negeri dan 49 swasta. Sedangkan SD ada 499, 455 negeri dan 44 swasta. “Hingga hari kedua tim belum menerima kendala dari Kepala Sekolah,” ujarnya.

Untuk saat ini pembagian peserta lebih diperhatikan. Karena seluruh siswa bakal mengikuti PAS. Parameter penilaian tidak hanya dititik beratkan PAS, sebab PTM yang dilakukan belakangan ini belum efektif. Sehingga masih ada nilai tambah untuk siswa seperti tugas, presensi hingga ulangan tengah semester.

"Ada 600 sekolah di Kabupaten Semarang yang menjalankan PAS. Sebelumnya juga kami wajibkan seluruh sekolah mengecek kesehatan anak. Artinya, jangan sampai ketika mengerjakan ujian pas lagi sakit," tambahnya.

Plt Kepala Sekolah SMPN 1 Jambu Heri Muryanto mengatakan PAS dibuat lebih padat. Hanya delapan hari dari 18 rombel dengan 612 peserta yang ikut.

"Kita sedikit tekan para siswa biar tidak kelamaan. Tahun kemarin 14 hari, siswa justru kasihan. Keluhannya capek tidak selesai-selesai," ujarnya.

SMPN 1 Jambu menerapkan 50 persen untuk kedatangan siswa. Efisiensi waktu siswa hanya empat hari. Sistem pergantian hari masuk dan libur juga diterapkan sekolah tersebut. Pihaknya selalu berkoordinasi dengan orang tua untuk menggelar berbagai pembelajaran di sekolah.

“Sehingga semua bisa berjalan dengan sepengetahuan orang tua. Sehari kita padatkan jadi tiga mapel yang diujikan dengan masing-masing waktu 90 tanpa istirahat," tambahnya. (ria/fth) Editor : Agus AP
#Pandemi #Penilaian Akhir Semester #SEKOLAH