RADARSEMARANG.ID - Drama Korea Spring of Youth sempat mencuri perhatian publik saat diumumkan pertama kali.
Mengusung konsep segar yang memadukan romansa remaja dengan dunia musik, drama ini dibintangi oleh aktor-aktor muda seperti Ha Yoo Joon, Park Ji Hu, dan Lee Seung Hyub.
"Harapannya, drama ini bisa menjadi hiburan ringan sekaligus penuh warna untuk penonton muda," ujarnya.
Namun, setelah tiga episode tayang sejak 6 Mei 2025, ekspektasi tersebut justru mulai dipertanyakan oleh banyak penonton.
Konsep drama remaja memang identik dengan cerita ringan, namun Spring of Youth tampaknya terlalu bermain aman.
Alur cerita yang ditawarkan tidak punya kejutan berarti dan terkesan datar.
Konflik utama yang berkaitan dengan masa lalu karakter Sa Gye (Ha Yoo Joon) sebenarnya punya potensi besar untuk dikembangkan, tapi tidak diolah dengan cukup mendalam.
Akibatnya, drrama ini terasa seperti kumpulan adegan indah tanpa tujuan yang jelas.
Penonton pun kesulitan merasakan keterikatan emosional dengan karakter maupun cerita yang sedang berlangsung.
Ha Yoo Joon memang tampil cukup natural sebagai Sa Gye, namun sebagai pemeran utama, dirimu a belum memilliki aura kuat yang bisa menghidupkan keseluruhan drama.
Sebagai aktor pendatang baru, ekspresi dan emosi yang ditampilkan masih terasa terbatas di beberapa adegan penting.
Di sisi lain, Park Ji Hu dan Lee Seung Hyub juga belum mampu menciptakan chemistry yang kuat, padahal hubungan antar karakter sangat penting dalam drama remaja seperti ini.
Akting yang setengah matang ini membuat hubungan antar tokoh terasa kurang hidup dan kurang menggugah.
Salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan pnonton adalah pacing atau ritme cerita yang tidak konsisten.
Di satu sisi, ada adegan yang terlalu cepat dilompati, sehingga terasa terburu-buru.
Di sisi lain, beberapa momen justru terlalu lama ditampilkan tanpa urgensi yang jelas.
Konsistensi ini membuat penonton merasa jenuh dan kesulitan memahami alur cerita.
Drama yang seharusnya menyenangkan untuk diikuti justru menjadi membingungkan untuk para penonton karena transisi adegan yang tidak mulus.
Editor : Baskoro Septiadi