Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Pangan Pemkab Demak, Agus Herawan mengatakan, banyak data pertanian yang bisa ditampilkan sehingga banyak keberhasilan program pertanian yang bisa diakses. Diakui, smart city dapat berkembang jika ada inovasi inovasi yang dilakukan masing masing organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinpertan sendiri. “Untuk memperlancar inovasi, maka perlu jaringan internet yang memadai hingga ke desa desa,”katanya.
Saat ini, sejumlah desa telah memiliki dan memanfaatkan website yang telah dibuat pemerintah desa setempat. Antara lain, Desa Tempuran, Kecamatan Demak Kota. Kemudian, Desa Bogosari, Kecamatan Guntur, Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Desa Karangrejo, Kecamatan Karangtengah, dan Desa Teluk, Kecamatan Karangawen.
Kemudian, Desa Gajah, Kecamatan Gajah, Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung , Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang, Desa Kedungwaru Kidul, Kecamatan Karanganyar, Desa Jungsemi, Kecamatan Wedung dan desa lainnya. Melalui sistem itu, data pertanian di pedesaan bisa tampil lebih baik terkait potensi pertanian yang ada di setiap desa.
Kepala Dinas Kominfo, Endah Cahyarini menyampaikan, pihaknya berupaya mewujudkan smart city dengan menggandeng stakeholder yang ada. “Semua OPD sudah kita ajak untuk membangun basis data yang ada. Dengan demikian, informasi yang ditampilkan dapat diakses masyarakat,”katanya. (hib/web/bas) Editor : Agus AP