Karena itu, Bupati Demak, dr Eisti’anah mengatakan, sektor pertanian tetap menjadi andalan Kabupaten Demak. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan panen padi musim tanam (MT) 1 Tahun 2022 di Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung.
Ikut hadir, plt asisten ekonomi dan pembangunan setda, kepala dinpertan pangan Kabupaten Demak, camat Kebonagung beserta forkopimcam, dan kepala desa Megonten.
Bupati mengatakan, tanaman padi sebagai komoditas utama pertanian di Kabupaten Demak serta sebagai komoditas prioritas pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada pangan melalui program upaya jhusus (Upsus). Karenanya bupati sangat apresiasi terhadap kegiatan panen padi ini.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Demak menyambut baik dan gembira serta bersyukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya pelaksanaan panen kali ini. Alhamdulillah, para petani khususnya Kelompok Tani Mudo Makaryo 2 Desa Megonten berhasil mengelola lahan pertaniannya dengan baik seperti yang kita lihat sekarang ini berupa panen padi,"kata bupati
Bupati menambahkan, bahwa panen ini merupakan wujud pelaksanaan program upaya khusus peningkatan produksi padi yang dialokasikan pada anggaran APBD Kabupaten Demak.
Bupati juga mengimbau kepada masyarakat petani untuk menjadi petani yang mandiri, tangguh dan cerdas dalam mengelola lahan pertanian.
“Jangan hanya mengandalkan bantuan pemerintah saja. Namun, harus berkembang dan kreatif dalam membaca peluang, baik dalam penerapan teknologi tepat guna pertanian, maupun distribusi pemasaran hasil panen untuk mewujudkan kemandirian pangan Kabupaten Demak,"katanya.
Kepala Dinpertan Pangan, Agus Herawan menyampaikan, berdasarkan catatan Dinpertan Pangan Pemkab Demak, hasil panen padi di Kabupaten Demak setahun lalu atau pada tahun 2021 mencapai 677.010 ton dengan luas panen 100.355 hektare.
Karena itu, produksi padi di Kabupaten Demak dari tahun ke tahun melimpah sehingga menjadikan Kabupaten Demak menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Jawa Tengah. Yaitu, nomor empat penyangga pangan Jateng dan nomor sepuluh besar penyangga pangan nasional. (hib/web/bas) Editor : Agus AP