Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Pangan Pemkab Demak, Agus Herawan melalui Kasubag Program, Masrukhin mengatakan, Demak sejak dulu memang berposisi sebagai penyangga pangan baik secara regional tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun secara nasional.
Hanya saja, di tingkat Jateng, Demak yang sebelumnya sebagai penyangga pangan dari tiga besar menjadi nomor empat besar. Yaitu, setelah Cilacap, Sragen, Grobogan dan Blora.
"Tentu kita bangga dengan Kabupaten Demak ini yang masih berposisi sebagai daerah penyangga pangan ke empat Jateng maupun sepuluh besar nasional. Maka, kita mencoba mendorong produktifitas tanaman padi bisa meningkat dari tahun ke tahun agar bisa mencapai swasembada pangan,"katanya.
Menurutnya, luasan tanaman padi di wilayah Kabupaten Demak mencapai sekitar 52 ribu hektare. Karena itu, luasan lahan tersebut sebisanya dipertahankan agar produksi tanaman padi maupun komoditas lain bisa juga dipertahankan sehingga tetap stabil dan tidak mengalami penurunan.
"Tantangan untuk mempertahankan luasan maupun produktifitas padi ini memang besar. Sebab, tidak hanya soal hama pengganggu tanaman saja, namun alih fungsi lahan juga menjadi tantangan nyata dalam ketahanan pangan,"katanya.
Seperti diketahui, Kabupaten Demak merupakan daerah yang dikenal sebagai wilayah yang memiliki banyak komoditas pertanian. Meski demikian, pemanfaatan lahan masih perlu ditingkatkan dalam rangka peningkatan produktifitas dan produksi komoditas, utamanya padi yang menjadi tanaman andalan tersebut. (hib/web/bas) Editor : Agus AP