Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Identifikasi Penyebab dan Faktor Risiko, Pemkab Demak Gelar Rembug Stunting Tingkat Kabupaten

Wahib Pribadi • Jumat, 4 Oktober 2024 | 22:23 WIB
Pemkab Demak menggelar acara Rembug Stunting tingkat kabupaten di Pendopo.
Pemkab Demak menggelar acara Rembug Stunting tingkat kabupaten di Pendopo.

RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Pemkab Demak melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa P2KB (Dinpermades P2KB) terus berupaya menurunkan kasus stunting di wilayah Kabupaten Demak. Di antaranya, melalui kegiatan Rembug Stunting tingkat kabupaten Tahun 2024.

Kepala Dinpermades P2KB Pemkab Demak, Taufik Rifai mengatakan, rembug stunting menjadi langkah tepat untuk mengidentifikasi penyebab maupun risiko dalam menurunkan angka stunting di Demak.

"Kita berupaya melakukan penanganan kasus stunting dengan cara bersama-sama secara kolaboratif. Dengan demikian, penanganan kasus stunting di Kabupaten Drmak bisa dijalankan secara efektif dan efisien,"katanya.

Rembug stunting yang berlangsung di Pendopo ini dihadiri Bupati Demak dr Eisti'anah. Dalam kesempatan itu, bupati juga menekankan pentingnya rembug stunting tersebut lebih pada upaya kolaboratif dalam penanganannya.

"Kita semua sadar, bahwa stunting merupakan tantangan serius yang dihadapi oleh masyarakat. Anak-anak yang mengalami stunting, tidak hanya mengalami gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga berpotensi mengalami gangguan perkembangan otak dan keterlambatan dalam prestasi belajar,"katanya.

Oleh karena itu, kata bupati, perlu bersama-sama merespon permasalahan stunting dengan langkah-langkah yang tepat dan berkelanjutan.

"Pada momen ini, saya mengajak saudara-saudara semua untuk mengidentifikasi penyebab dan faktor risiko stunting di Kabupaten Demak. Ini sangat penting, mengingat angka stunting bisa lebih cepat diturunkan dengan cara keroyokan,"jelasnya.

Pada 2024 ini, percepatan penurunan stunting di Kabupaten Demak harus mencapai target 14 persen. Untuk mencapainya, program-program kesehatan ibu dan anak, pendidikan gizi, sanitasi, dan akses air bersih menjadi fokus utama.

Selain itu, juga perlu melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang peduli terhadap masa depan generasi penerus. Karenanya, peran Posyandu harus lebih disemarakkan.

"Kader posyandu yang didampingi oleh tenaga kesehatan selalu melakukan pemantauan kesehatan masyarakat. Utamanya kesehatan ibu hamil dan balita, mengingat 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa penting tumbuh kembang anak. Anak-anak harus mendapatkan gizi yang bagus dan dipastikan terhindar dari stunting,"katanya.(Adv/web/2.489 karakter/hib)

Editor : Agus AP
#Dinkominfo Permades P2KB Demak 2024 #web