Sebanyak 20 sampel sasaran yang terindikasi dan berisiko stunting ditangani secara sinergis oleh tim pakar dan tim teknis lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Ini diperlukan, untuk menggali sekaligus merumuskan langkah intervensi yang tepat bagi masing- masing sasaran.
Adapun sampel sasaran audit kasus stunting ini mencakup masing- masing 10 sampel di Desa Pilangsari dan Dombo.
Terdiri dari calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca salin, baduta serta balita. Secara bergiliran, setiap sasaran pun dikunjungi oleh tim audit yang dibagi ke dalam 2 tim.
Kepala Dinpermades P2KB Taufik Rifai melalui Kabid P2PP, Sukardjo, SKM, MKes menyampaikan, tim 1 terdiri dari kabid KBK dan KK Dinpermades bersama kapus dan ahli gizi PKM Sayung 2. Juga ada psikolog klinis, dokter spesialis anak dan sejumlah OPD terkait.
Seperti, Dinperkim, Dinsos P2PA, Dinputaru, TA PMD, Dinkes, DLH, TP PKK, PKB/PLKB Kecamatan Sayung, Kemenag, Bumdesma Sayung Mulyo, kepala Desa, bidan desa, kader TPK, KPM, dan babinsa.
Sedangkan, untuk tim 2 terdiri dari, camat Sayung, Bikor PKM Sayung 2, dokter spesialis gizi klinis, Bappelitbangda, dokter Obgyn, Dinputaru, PKH, Dinpermades P2KB, Dinkes, DLH, Baznas, PKB/PLKB, KUA, Bumdesma, sekdes, PPKBD, kader TPK, dan babinkamtibnas.
"Kunjungan lapangan terhadap sampel sasaran audit ini dimaksudkan untuk melihat langsung permasalahan berikut faktor- faktor penyebab stunting dari setiap sasaran,"katanya.
Secara komprehensif, kata Sukardjo, pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, pemeriksaan buku KIA, serta pemantauan kondisi rumah, lingkungan sekitar, hingga menu masakan yang ada di dapur. (web/adv/2.018 karakter/hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi