RADARSEMARANG.ID, DEMAK-Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Desa Kunir, Kecamatan Dempet terus berkembang. Salah satu produk yang menjadi andalan desa penghasil bawang merah ini adalah bawang goreng khas pedesan.
Dengan dikemas secara apik, produk bawang merah menjadi ikon desa yang terletak di wilayah Kabupaten Demak bagian timur tersebut. Bawang merah dikembangkan oleh para petani setempat menjadi produk yang berekonomi tinggi.
Kepala Desa Kunir, Romli mengatakan, bawang merah banyak ditanam petani di wilayah desa yang dipimpinnya tersebut. Jika panen raya dan harga jual tinggi, bawang merah bisa menjadi andalan ekonomi masyarakat.
Namun, jika harga bawang merah lagi turun, maka petani agak kesulitan untuk memasarkannya. Karena itu, salah satu solusinya adalah menggalakkan pengolahan bawang merah menjadi bahan olahan.
"Bawang merah yang melimpah diolah menjadi bawang goreng. Ini sebagai salah satu cara agar petani tetap bisa bertahan saat harga bawang merah anjlok,"jelasnya.
Meski demikian, agar pemasaran bawang merah saat harga tidak menentu bisa diperluas dan terserap pasar, maka pemerintah desa membantu petani dengan selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak agar produk bawang merah laku dipasaran.
Kepala Dindagkop UKM Pemkab Demak, Iskandar Zulkarnain melalui Kabid Koperasi UMKM, Sunarto menyampaikan, pihaknya turut mengapresiasi dengan keikutsertaan Desa Kunir yang membuka stan dalam Demak Expo.
"Melalui even Demak Expo ini, potensi Desa Kunir bisa dikenalkan ke masyarakat, termasuk produk bawang goreng yang dikembangkan menjadi usaha kecil di desa tersebut,"jelasnya.
Dindagkop UKM berharap agar usaha bawang goreng di Desa Kunir bisa berkembang dan menjadi ikon dalam pengembangan ekonomi lokal setempat.
"Tentu, Dindagkop siap ikut membantu mendampingi pelaku usaha UMKM yang ingin mengembangkan usahanya baik dalam pengurusan nomor induk berusaha (NIB), PIRT maupun sertifikat halal,"ujarnya. (Adv/web/2.136 karakter/hib)
Editor : Agus AP