RADARSEMARANG.ID, Demak - Koperasi tidak tergantung pada figur, tapi tergantung pada anggota. Hal ini disampaikan Kabid Koperasi UKM, Sunarto.
Menurutnya, agar koperasi bisa berjalan dengan baik, maka anggota harus bisa memenuhi kewajibannya terkait dengan pengelolaan usahanya.
"Dengan memahami kewajiban itu, maka anggota dapat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh koperasi,"katamya. Saat ini, kata Sunarto, koperasi yang tidak aktif ada 92. Sedangkan, koperasi yang aktif ada 552.
"Mati hidupnya koperasi tergantung pada pengelolaannya. Tergantung oada inovasinya. Serta tergantung bagaimana tanggung jawab anggotanya,"ujar dia.
Menurutnya, koperasi tidak aktif karena pengelolaan lembaga atau organisasinya mandek. Rata-rata yang mandek adalah koperasi wanita yang dulu dibentuk di desa- desa.
"Tiap ganti manajemen kelanjutan koperasi wanita ini cukup mengkhawatirkan. Sebab, kadang tergantung dengan ibu-ibu pengurus PKK. Meski begitu, koperasi wanita yang baik ya ada. Yang jelas, agar tetap eksis, koperasi mestinya tidak tergantung pada figur tapi anggota,"kata Sunarto.
Menurutnya, kalau menjadi anggota harus memenuhi kewajibannya sebagai anggota. Karenanya, tekad dalam pengelolaan usahanya yang dibutuhkan.
"Ada yang sifatnya anggota itu riil. Contohnya adalah penyedia sembako dan unit layanan simpan pinjam. Meski demikian, tergantung anggota dan pengurusnya. Kalau anggota tidak mau ya bisa bubar,"katanya. (web/adv/1.603 karakter/hib/bas)
Editor : Baskoro Septiadi