Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Pemkab Demak, Iskandar Zulkarnain melalui Kabid Pengelolaan Pasar, Sunoto mengatakan, sebelumnya, revitalisasi pasar Sayung sudah direncanakan lama. Namun, karena ada kebakaran Pasar Karangawen, maka pembangunan Pasar Sayung tertunda.
Pada 2022 lalu, yang dibangun baru peninggian los ikan saja setinggi 80 cm. Sedangkan, bangunan kios dan los lainnya belum bisa dilakukan. Sebab, pemerintah daerah masih fokus menyelesaikan pembangunan Pasar Brambang Karangawen.
"Pasar Sayung sudah lama terdampak banjir rob. Karena itu, rencana awal adalah perbaikan atau revitalisasi pasar tersebut. Tapi, rencana itu tertunda dengan adanya kebakaran pasar Brambang,"katanya.
Sunoto pun berharap, revitalisasi pasar Sayung pada saatnya akan tetap dilakukan mengingat kondisi pasar sudah tidak layak dijadikan tempat berjualan atau transaksi barang kebutuhan pokok.
"Kalau pas ada rob, banjir air asin ini bisa mencapai selutut atau sedengkul atau sekitar 60 cm,"ujarnya. Menurutnya, pihaknya juga terus memantau perkembangan pembangunan jalan raya Pantura Sayung. Sebab, sebagai informasi yang diterima, peninggian jalan depan pasar Sayung itu dinaikkan sekitar 1 meter.
"Kalau tinggi jalan raya seperti itu, kita khawatir pasar Sayung makin kebanjiran rob. Sebab, air sulit dibuang. Apalagi, saluran yang ada di sekitar juga sudah dangkal,"katanya. Sejauh ini, kata dia, pasar Sayung belum pernah ditinggikan sehingga ancaman banjir rob terjadi tiap hari. (web/hib/bas) Editor : Agus AP