Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Gaya Modis dan Pandai Mengelola Emosi

Agus AP • Senin, 8 Agustus 2022 | 21:30 WIB
Prof Neil Semuel Rupidara Ph.D
Prof Neil Semuel Rupidara Ph.D
RADARSEMARANG.ID - Prof Intiyas Utami baru saja terpilih menjadi Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga periode 2022 - 2026. Karir yang moncer didapatkan dengan kerja keras, berkomunikasi baik dengan rekan kerja, dan mampu mengelola emosi.

Gayanya cukup unik. Modis. Ia dikenal suka mengenakan gaun khas. Dengan busana eye catching. Terkenal santai meski formal.

Mbak Uut – begitu sapaan akrabnya - sejak dulu terbiasa bekerja dengan lingkungan pria. "Perempuan memang diciptakan dengan keunikan. Jika masih lajang, akan dihadapkan dengan tantangan untuk berkompetisi meski secara fisik lebih beda," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Perempuan kelahiran Jogjakarta, 24 Juni 1974 ini menambahkan, ada syarat khusus untuk bisa eksis di dunia kerja. Yakni, berkomunikasi dengan rekan kerja. Kemudian mengelola emosi supaya tidak gampang baper. Berbagai pengalaman itulah yang nantinya akan dipakai dalam memimpin UKSW.

Ia mengaku akan lebih banyak mendengar dan bersama mencari solusi ke depan. "Bagaimana terus melakukan kegiatan yang memiliki sesuatu yang memiliki daya dampak," katanya.

Dengan jabatan baru, tentu akan membuat kesibukannya meningkat. Tantangan untuk berbagi waktu dengan keluarga dan usahanya akan semakin besar. Namun, semua itu bisa dijalankan karena selama ini sudah saling memberikan pemahaman sejak kecil.

"Sudah paham jika ibunya memiliki karir. Diharapkan memiliki kepercayaan dan saling memberikan ruang dan semua dijalani dengan tanggung jawab," ujarnya.

Guru Besar FEB UKSW ini mengakui, selama ini semua kegiatan berjalan lancar. Termasuk ketika harus bertugas keluar kota cukup lama, karena sejak lama juga menjadi staf ahli Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT). "Saya berusaha selalu melibatkan anak-anak," tuturnya.

Uut mengaku memang suka dan terbiasa dengan kebiasaan modis dalam berbusana. Modisnya cukup menarik, apalagi ada jiwa seni dalam dirinya. Eyangnya merupakan pembatik di Klaten.

Sementara ayahnya adalah seorang pelukis.  Bahkan jiwa seni membuatnya membuka rumah batik In-Tyas, serta mengaplikasikan keseharian dengan caranya berbusana.

“Misalnya, saya ingin pakai batik, tetap memakai sepatu boots. Bagaimana mengolaborasikan dan itu menarik," tambahnya.

Menjabat Rektor UKSW Salatiga merupakan sebagian amanat dari perjalanan hidupnya. Menjadi bagian dari perjalanan hidup dan tantangan bagaimana membuat semua kegiatan harus berdaya dampak jelas.

Berbagai upaya sebelumnya sudah dilakukan saat melakukan pendampingan masyarakat di lereng Gunung Kelimutu dan berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana. "Kini tinggal mencoba mengaplikasikan di sini," aku wanita yang gemar melukis dan membuat motif batik ini. (sas/fth Editor : Agus AP
#Rektor UKSW #UKSW