Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Air Terjun Setinggi 105 Meter, Curug Sikarim Wonosobo Dijuluki Swiss van Java

Addin Alfath • 2023-07-30 18:04:52
Pengunjung saat menikmati keindahan air terjun Curug Sikarim, Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Pengunjung saat menikmati keindahan air terjun Curug Sikarim, Desa Sembungan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

RADARSEMARANG.ID - Kabupaten Wonosobo tidak pernah kehabisan pesona dengan keindahan alamnya yang memukau. Salah satunya air terjun atau Curug Sikarim.

Destinasi ini menawarkan keindahan alam dengan air terjun setinggi 105 meter. Bahkan, pemandangan di sekitar jalan menuju Curug Sikarim sempat mendapat julukan Swiss van Java.

Curug Sikarim merupakan salah satu wisata air terjun yang letaknya berada di dataran tinggi Dieng wonosobo tepatnya masuk ke wilayah Sembungan, Kejajar, Wonosobo.

Curug sikarim amat mempesona karena memiliki suguhan air terjun yang berasal dari limpahan Telaga Cebong yang ada di Desa Sembungan yang mengalir ke tebing perbukitan.

Konon di tempat ini ada waliyullah bernama Syekh Abdul Karim. Sehingga, warga menyebut air terjun dengan sebutan Curug Sikarim.

Tempat ini menyajikan suasana wisata yang masih sangat alami. Pemandangan atau view lokasi wisata sangat bagus dan memanjakan mata. Dengan kondisi alam yang subur dan lingkungan yang hijau.

Wisatawan tidak perlu khawatir dengan akses jalan. Karena akses jalan melalui Kecamatan Garung yang melewati beberapa desa di kecamatan tersebut telah lebar dan beraspal. Meskipun jalannya berbelok-belok.

Selain itu, warga bisa menikmati berbagai pemandangan alam yang terhampar di sepanjang pinggir jalan. Seperti pohon cemara atau lainnya. Lahan pertanian sepanjang jalan semakin memanjakan mata.

Aktivitas bertani warga setempat juga bisa menjadi pemandangan tersendiri bagi yang terbiasa hidup di perkotaan. Petani beraktivitas menggunakan alat tradisional, memberikan suasana khas pedesaan, menjadi hiburan dengan hawa yang sejuk.

Ketua Kelompok Pengelola, Sawali mengatakan, destinasi wisata tersebut bisa berdampak pada ekonomi warga. Wisatawan yang berkunjung tidak mudah bosan.

Terbukti, beberapa pengunjung datang kembali setelah kunjungan pertamanya. Bahkan, ada sampai 7 dan 8 kali untuk menikmati keindahan wisata tersebut.

Untuk kenyamanan pengunjung, pengelola menjalankan objek wisata ini dengan sistem mandiri. Pemerintah desa (pemdes) Sembungan menyerahkan pengelolaan kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa setempat.

“Pemandangan di sekitar jalan menuju Curug Sikarim sempat mendapat julukan Swiss van Java. Viewnya cukup keren di pagi dan siang hari. Asalkan tidak dalam keadaan kabut. Masyarakat bisa menikmati keindahan gunung Pakuwaja,” katanya.

Saat weekend atau hari libur, pengunjung mencapai 300 sampai 400 an orang. Sementara hari biasa rata-rata 150 pengunjung. Untuk tiket masuk cukup Rp 10 ribu.

Mayoritas pengunjung di air terjun tersebut berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Semarang, Magelang, dan Jakarta.

Sebagian pengunjung yang datang bahkan meyakini air terjun memiliki karomah dan berkah. Mereka menggunakan air dari curug untuk mandi atau minum.

Aliran air terjun setinggi 105 meter berasal dari Telaga Cebong yang berada di kaki bukit Sikunir. Debit air dari aliran air terjun juga cukup besar.

Seorang pengunjung Tsani Moreno Aprilian mengaku datang untuk menikmati keindahan air terjun. Pemandangan bagus dan cocok untuk bersantai.

“Tempatnya enak buat healing dan menikmati waktu luang. Kebetulan lokasinya dekat dari rumah,” aku pelajar dari Wonosobo ini. (din/fth)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#wisata Wonosobo #Curug Sikarim #traveling